BOGOR (LEAD.co.id) – Posko Logistik PPKM Darurat Kota Bogor menerima bantuan 5 ton ikan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), pada Rabu (14/7/2021). Bantuan ini untuk membantu Warga yang sesang isolasi mandiri (Isoman) akibat Covid-19.
“Iya benar kami menerima bantuan berupa ikan sebanyak 5 ton, bantuan ini tanggal 15 Juli 2021 besok akan langsung kami bagikan ke masing-masing Kelurahan Kota Bogor,” kata Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ), Muzakkir saat di Posko Logistik, Jalan Jenderal Soedirman, Kota Bogor.
Bantuan ikan jenis Kembung ini diserahkan oleh pihak KKP melalui Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM). Bantuan ini diterima oleh Wakil Wali Kota Bogor bersama Seketaris Daerah (Sekda) yang didampingi Dirut PPJ, Muzakkir selaku koordinator Posko Logistik PPKM Darurat.
Menurut Muzakkir, untuk sementara, penyimpanan bantuan ikan tersebut masih atas nama Perumda Pasar Pakuan Jaya. Pihaknya juga mengaku sudah mempunyai data-data warga yang sedang isolasi mandiri untuk menerima bantuan ini.
“Karena sebelumnya kami telah mengirim paket bantuan sembako, serunya pada Tim Humas PPJ,” kata Muzakkir menambahkan.
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengungkapkan, sebanyak 8 ribu paket Sembako yang sudah dipacking, dan sekitar 5 ribu didistribusi. Bantuan ikan dari KKP itu akan menjadi bagian dari paket Sembako bagi masyarakat terdampak Covid-19.
“Bantuan tersebut akan disalurkan kepada mereka yang melakukan isolasi mandiri dan bagi warga yang betul-betul terdampak,” tambah Dedia.
Pemkot Bogor, kata Dedie, masih menunggu tambahan bantuan dari berbagai pihak, karena tidak melakukan pembelian kebutuhan tersebut. Karena itu, pihaknya membuka seluas-luasnya bantuan dari masyarakat.
Rina, Kepala BKIPM KKP mengatakan, bantuan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Kota Bogor untuk mencukupi asupan pangan dalam masa PPKM Darurat ini. Saat ini, pihaknya memberikan 5 ton ikan, dan berharap ke depan masih ada lagi.
“Ikan kembung ini omega 3-nya lebih tinggi dari ikan salmon. Ikan ini kan sumber protein, kalau kita lihat satu ekor ikan kita hitung yang tidak bisa termanfaatkannya sedikit, dan kalau pintar memasaknya semua bisa dikonsumsi,” pungkas Rina.
Reporter: Jhonie Arya
Editor: Aru Prayogi

