Diskusi Pupblik Hasil Pilpres 2019, Ketua SPN Jabar Serukan ‘Persatuan Indonesia’ dari Kota Bogor

oleh -239 views

LEAD.co.id | Sebanyak 70 orang mengikuti diskusi publik bertema ‘Pentingnya Merawat dan Menjaga Ideologi serta Menerima Hasil Pilpres 2019, yang digelar oleh Forum Mahasiswa Peduli Bangsa, di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa (21/5/2019).

Pada kegiatan diskusi ini, penyelenggara mengundang narasumber diantaranya, Ketua SPN Jawa Barat Iwan Kusmawan, Ketua Dai Muda Kota Bogor Ustad Badri Al Asyari, dan Ahmad Fathoni Komisoner Bawaslu Kota Bogor.

Ketua Forum Mahasiswa Peduli Bangsa, Ahmad Rohani mengatakan, kegiatan yang digelar ini dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat, untuk mencerdaskan bangsa, terutama dalam pemilu ini dan keputusan KPU RI. “Kegiatan yang digagas, sebenarnya untuk mencerdaskan masyatakat, jangan sampai terprovokasi oleh isu yang berkembang, dan mendukung keputusan KPU RI,” kata dia, kepada wartawan.

Baca :  Terima Putusan MK, IEW Apresiasi Sikap Prabowo-Sandi

Sementara itu, Ketua Da’i Muda Kota Bogor Ustad Badri Al Syari mengatakan, dalam konteks pemilu ini dan memilih yang sesuai dengan konstitusi.

“Kita harus menerima amanat konstitusi ini. Ini Rahmat bagi semua, terutama masyarakat Indonesia. Nikmat aman, Pemilu damai dan lancar sesuai mekanisme aturan, ” ujar dia.

Adapun Komisoner Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni menjelaskan, pada momentum forum diskusi publik ini, mari diluruskan dan di pahami terutama dalam informasi yang tidak jelas atau hoax. “Masyatakat harus mensortir informasi jangan di telan mentah-mentah, dan harus dipahami juga, bahwa bangsa Indonesia ini, berbagai macam suku dan agama ada,” jelas dia.

Baca :  Relawan BARJAB Gelar Senam Jempol hingga Nggubek Empang

Ketua SPN Jawa Barat Iwan Kusmawan mengatakan, dirinya sepakat dengan digelarnya diskusi publik, walaupun berbeda pilihan, namun, tetap menjungjung tinggi keputusan yang sudah disepakati,” Kegiatan ini bagus untuk mencerdaskan bangsa dan masyarakat, agar tidak terprovokasi juga,” pungkas dia. (Wan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *