Forum Malam, Kebijakan Pemkot Bogor Salah Kaprah

76
0

LEAD.co.id | Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Universitas Ibn Khaldun Bogor mengadakan diskusi publik ‘Forum Malam’ dengan tema ‘Mencari Solusi Kemacetan Lalu Lintas Kota Bogor’, di Kedai Tepi Jalan, komplek Budi Agung, Jumat (20/9/2019) petang.

Salah satu narasumber, Hadiyan Fariz yang juga Ketua GARBI Kota Bogor menerangkan bahwa, angkutan digunakan untuk sarana, prasarana dan pengguna.

“Masalah kemacetan itu harus didorong dengan kebijakan pemerintah Kota Bogor,” terangnya.

Tetapi disini, keluh Fariz, tertib di jalan bukan semata tanggung jawab petugas pemerintah. Tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama. “Karena _’Tertib di jalan merupakan cermin disiplin negara’_. filosofi ‘tertib dijalan’ itu mencerminkan pribadi bangsa,” katanya.

Para peserta forum Malam, ‘Mencari Solusi Kemacetan Lalu Lintas Kota Bogor’, di Kedai Tepi Jalan, komplek Budi Agung, Jumat (20/9/2019) petang.

Drs. Tri Handoyo selaku pengamat transportasi menilai, peraturan dan kebijakan yang telah ada itu salah kaprah. Transportasi umum adalah kewajiban daripada pemerintah.

“Salah satu penyebab kemacetan adalah angkot,” jelasnya.

Dikatakan Tri, angkot sudah sering kena program. Misalkan shift angkot. Dari 3412 yg bergerak hanya sekitar 2000. penyebab lain daripada kemacetan adalah banyaknya ojol (ojek online) yang jumlahnya jauh melebihi angkot yaitu sudah mecapai di atas 10000.

“Mungkin untuk solusinya, memprioritas jalan mana dulu yang harus diatasi,” terangnya

Lebih lanjut, mantan Durektur PDJT ini menilai bahwa, perencanaan oleh pihak pemerintah ini salah total, penerapannya pun belum terlihat ada.

“Mending, mendirikan unit yang menguntungkan yang bukan bersubsidi,” tandasnya.

Sementara itu, narasumber lainnya yaitu Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bogor, Agus Suprapto mengungkapkan, salahsatu penyebab kemacetan lalu lintas itu disebabkan oleh hal seperti angkot yang ngetem.

Selain itu lanjut Agus, kemacetan juga disebabkan sebuah gang kecil yang ramai lalu lalang dilewati banyak kendaraan sehingga menyebabkan kendaraan mengantri di jalanan tersebut.

“Permasalahan kemacetan diakibatkan daya tampung yang tidak memadai,” lanjutnya.

Menurut Agus, jarak jauh dekat bisa lebih dioptimalkan dengan kendaraan yang sudah tersedia, seperti bus dan angkutan umum lainnya.

“Saat ini, pemerintah sedang merencanakan trem. Wakil Walikota sampai pergi ke Belanda untuk mempelajari sistem treming,” ungkapnya. (AP)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here