Gempabumi M 7,4 Maluku Utara, Peringatan Dini Tsunami Diakhiri

oleh -266 views

LEAD.co.id | Wilayah Maluku Utara diguncang Gempabumi Tektonik pada hari Kamis, 14 November 2019, pukul 23.17.41 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini memiliki parameter dengan magnitudo M=7,4 dengan kedalaman 10 km yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=7,1. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.67 LU dan 126.39 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 73 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi menengah akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

Baca :  Dompet Dhuafa Bangun Musholla dan MCK Bagi Pengungsi Terpelosok

Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Bitung dan Manado IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Gorontalo dan Ternate III-IV MMI (Dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), di Buol II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut,” ungkap kepala pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui siaran pers, yang diterima redaksi LEAD.co.id, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini BERPOTENSI TSUNAMI dengan status ancaman WASPADA untuk daerah Minahasa Utara Bagian Selatan (Sulawesi Utara). Berdasarkan monitoring muka air Laut (Tide Gauge) menunjukan adanya perubahan muka air laut di Ternate setinggi 6 cm (23.43 WIB), Jailolo setinggi 9 cm (23.43 WIB) dan Bitung 10 cm tanggal 15 November 2019 (00.08 WIB) . Peringatan Dini Tsunami ini dinyatakan berakhir pada hari Jum’at tanggal 15 November 2019 pukul 01.45 WIB.

Baca :  Gempabumi Merupakan Azab Allah Akibat Mewabahnya Kemaksiatan

Lebih lanjut Rahmat memaparkan, hingga hari Jum’at, 15 November 2019 pukul 01.53 WIB, Hasil monitoring BMKG adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) sebanyak 28 kali, dengan M terbesar 5,9 dan terkecil 3,2.

Atas hal itu, oihaknga mengimbau kepada masyarakat agar :

– Sehubungan dengan Peringatan Dini Tsunami telah dinyatakan berakhir maka bagi daerah yang mendapatkan Peringatan Dini tersebut dapat kembali ke tempat masing-masing.

– Namun demikian masyarakat agar tetap waspada terhadap gempabumi susulan.

– Tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah. (BMKG/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *