LEAD.co.id | HUT ke-29 Kecamatan Asemrowo diperingati dengan menggelar potong rambut gratis untuk 200 anak Yatim dan Dhuafa, di aula Kecamatan Asemrowo, Kota Surabaya, pada Senin (26/4/2021). Sebanyak 30 hairdresser dari Ngasal memotong rambut dengan menerapkan Prokes.
Kegiatan mulia tersebut bekerjasama dengan Ngasal (Ngaji Komunitas Surabaya), disponsori BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak, didukung Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia, Baksos’e Suroboyo, Motherland Bikers FKPPI dan PKK Asemrowo.
Camat Asemrowo Bambang Udi Ukoro menjelaskan, acara Baksos potong rambut untuk anak yatim dan duafa ini bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memperingati HUT Kecamatan Asemrowo yang jatuh pada 12 Mei 2021.
“Setelah potong rambut, kami berikan santunan. Adik-adik yatim piatu ini kami undang secara bertahap untuk mengikuti kegiatan potong rambut gratis dalam rangka HUT Asemrowo ke-29 yang akan diikuti kegiatan lainnya,” jelas Camat Asemrowo.
Camat Asemrowo memberikan santunan
Hendy Prayitno Ketua Ngasal mengatakan kegiatan potong rambut gratis setiap tahun diadakan dengan Yayasan Haji Muhammad Cheng Hoo Indonesia.
“Saya berterima kasih kepada Camat Asemrowo yang tetap menyelenggarakan baksos potong rambut gratis. Tahun-tahun sebelumnya, biasanya diikuti 2000 orang, karena pandemi dibatasi. Potong rambut gratis sengaja dilaksanakan bulan Ramadan, agar mereka bisa tampil rapi saat lebaran,” jelas Hendy.
Hendy menambahkan, para hairdresser anggota Ngasal adalah pemilik salon profesional.
Ketua Tim Penggerak PKK Asemrowo menyerahkan sembako Galuh Santi Utari Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Surabaya Tanjung Perak mengucapkan terimakasih karena dilibatkan dalam baksos di bulan Ramadan.
“Karena disini ada pekerja yakni Pak Hendy dan teman-temannya, maka kami ikut melindungi tenaga kerja bukan penerima upah. Pemerintah harus hadir. Jadi hak dan kewajibannya sama dengan orang yang bekerja di kantor dan manfaatnya juga sama,” jelas Galuh.
Ketua Tim Penggerak PKK Kec. Asemrowo, Novelija mengatakan karena masa pandemi kegiatan dibatasi cukup dengan 200 peserta. “Yang mengajak peserta adalah para kader PKK dan organisasi sosial lainnya,” jelas Ketua PKK Kec. Asemrowo.
Kegiatan yang berlangsung cepat, membuat anak-anak yatim sangat senang. Apalagi setelah pulang mendapat uang. Selain itu para duafa mendapatkan beras yang diserahkan panitia.
Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi





