Oleh: Apendi Arsyad
Bismillahir Rahmanir Rahiem
Assalam’alaikum Wr Wb
Teriring salam buat semua ikhwan seperjuangan ICMI dimana pun berada, semoga mereka selalu sukses mewujudkan apa-apa yang menjadi cita-cita bersama yakni Indonesia yang berdaulat dengan masyarakatnya yang sejahtera, adil dan makmur. Kemudian rasa syukur “alhamdulillah” tidak henti-hentikan kita persembahkan keharibaan Allah SWT atas segala rahmat, karunia dan nikmatNya yakni: berupa nikmat hidup, kebebasan memilih (free will) dan beriman-bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, yang hendaknya tetap bersemai dalam sanubari kita masing-masing.
Atas kenikmatan yang diberkahi Allah itulah, kita sebagai “khalifah fir ard” akan selalu berikhtiar sekuat tenaga untuk mewujudkan kehidupan di dunia saat ini, maupun di akhirats yang selamat dan dalam ridho illahi, Allah SWT Amiin-3 YRA.
Kita menyadari bahwa sebagai hambaNya merupakan makhluk yang dhoif, tak akan mungkin bisa mewujudkan apa yang kita cita-citakan yakni hidup mulia di dunia maupun di akhirats itu bisa diraih dengan bekerja sendiri-sendiri. Kita harus melakukan kerjasama yang cerdas, keras dan ikhlas, terorganisir dan berjuang dalam barisan teratur sebagai firman Allah dalam QS As-saff ayat 4, berbunyi sbb:
“..sesungguhnya Allah.mencintai orang-orang yang berperang dijalanNya dalam barisan teratur, mereka seakan-akan seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh..” (disadur dari Al Quran dan Terjemahan Depag RI, edisi thn 2002).
Salah satu wadah (bangunan yang kokoh itu) untuk perjuang kita adalah organisasi Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI), yang telah didirikan tgl 7 Desember 1990 di kampus Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur, sehingga ICMI alhamdulillah sudah berusia lebih kurang 31 tahun (Desember 2021), ibarat manusia sudah memasuki usia dewasa, yang barangtentu sudah berkarakter energik dan produktif.
Tujuan ICMI didirikan tersebut, mewujudkan tata kehidupan masyarakat madani yang diridhoi Allah SWT, dengan meningkatkan mutu keimanan dan ketaqwaan, pemahaman dan pengamalan ajaran Islam, kecendekiawanan dan peran serta cendekiawan muslim se Indonesia.
ICMI sebagaimana bunyi Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangganya (ART) adalah organisasi kemasyarakatan yang bersifat: (a) Keterbukaan, kebebasan, kemandirian, dan kekeluargaan; (b). Keilmuan, kepakaran, kecendekiawanan, dan kebudayaan; dan (c) Keislaman dan Ke-Indonesiaan.
Dengan potensi sumberdaya manusia (SDM) anggota dan simpatisan yang begitu besar dimilikinya, dan telah berkiprah untuk kurun waktu sekian lama, alhamdulillah ICMI telah memberikan kontribusi positif, yang disumbangkan kepada umat dan bangsa, yakni ICMI berperan dan berfungsi sbb :
1. Membuktikan keberpihakan kepada umat Islam dan bangsa Indonesia;
2. Menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran beragama baik di kalangan Pemerintah, birokrat, pejabat maupun di kalangan pengusaha;
3. Mampu menampung dan memperjuangkan aspirasi dan potensi umat Islam untuk meraih masa depan yang lebih baik;
4. Mampu meredam kecenderungan sektarianistik yang selama ini dikhawatirkan oleh beberapa kalangan masyarakat;
5. Dapat mengangkat citra dan derajat umat Islam dari ketertinggalan di berbagai bidang kehidupan, ilmu pengetahuan dan teknologi;
6. Memenuhi sebagian harapan umat Islam Indonesia; dan
7. Berbagai program dan kegiatan ICMI telah dapat menjadi penyejuk umat Islam Indonesia.
Namun demikian, memang masih banyak masalah-masalah besar kehidupan berbangsa dan bernegara yang belum tersentuh oleh ICMI hingga zaman Now, misalnya kemiskinan, kebodohan dan keterbelakangan, serta ketidakadilan, terutama di daerah terpencil, pedesaan dan daerah tertinggal. (dikutif dari LPJ MPP ICMI 2015-2021)
ICMI menyadari berbagai kekurangan ini karena memang perjalanan yang ditempuh oleh ICMI merupakan suatu “long-march” perjuangan umat Islam Indonesia. Akan tetapi ICMI meyakini bahwa langkah yang selama ini diambil adalah jalan yang benar (on the track), yakni dengan berpegang teguh pada “wawasan pengabdian ICMI” yang dikenal dengan program 5 K ICMI.
Program pengembangan 5-K yang meliputi (1) kualitas iman dan taqwa, (2) kualitas pikir, (3) kualitas karya, (4) kualitas kerja dan hidup; dan (5) kualitas rumah tangga dan keturunan yang “Sakinah mawaddah warohmah”. Kelima hal ini menjadi landasan strategis dalam proses penyusunan berbagai kegiatan dan program kerja ICMI, dengan basis cara pandang (mindset) tiga dimensi yakni: Keislaman, Ke-Indonesia dan Kecendekiawanan.
Salah satu Organisasi Wilayah (Orwil) ICMI yang ada dan selalu ikut serta berkontribusi dalam kancah regional dan nasional adalah ICMI Orwil Khusus Bogor, yang didirikan tgl 31 Maret 1991 di Balai Kota Bogor, lebih kurang 3 bulan setelah ICMI berdiri di kota Malang, maaf lebih cepat dari Orwil Jawa Barat.
ICMI Bogor diberikan “status” khusus oleh Ketua Umum ICMI Pusat bpk Prof Dr (Ing) BJ Habibie, mempertimbang minimal 2 aspek yaitu (1) Ketersediaan sumberdaya manusia (ilmuan dan pakar)nya yang cukup banyak dan padat, bekerja dan bermukim di Bogor; dan (2) Bogor terletak pada posisi strategis sebagai penyangga (hinter land) daerah khusus ibu kota, Jakarta, dengan kompleksitas permasalahan pembangunan, yang harus dipecahkan.
Pada waktu acara pelantikan pengurus MPW ICMI Orwil Khusus itu, bpk BJ Habibie pernah berseloroh bahwa ..”jika batu dijatuhkan dari atas langit kawasan Bogor, …maka batu itu akan menimpa kepala para Doktor dan Profesor”. Begitulah pendapat salah seorang pendiri dan Ketum ICMI pertama waktu itu, sambil beliau berseloroh, tetapi memang benar adanya demikian.
Bogor, dahulu era kolonial dikenal nama “Biutenzorg”, selain “tempat beristirahat” para amtenar Belanda setelah sibuk bekerja di Batavia; Bogor juga merupakan daerah pendidikan dan penelitian. Di Bogor sejak dulu hingga saat ini, telah berdiri beberapa pendidikan tinggi pertanian dengan sejumlah akademi antara lain Akademi Pertanian Ciawi, dan universitas spt IPB Univesity, STP Perikanan, Peternakan dan Perkebunan beserta Balai-Balai Penelitian bidang Pertanian, yang belakangan semakin banyak jumlahnya, bereputasi nasional bahkan skala internasional.
Jadi, masuk diakal (common sense) apa yang dikatakan Presiden RI ketiga itu bahwa daerah Bogor itu memiliki banyak ilmuan dan pakar berkelas nasional dan dunia, yang diharapkan bisa ikut serta, berpartisipasi dalam membantu menjalankan visi ICMI yakni “Menjadi organisasi cendekiawan yang mendorong terwujudnya kekuatan imtaq dan iptek umat bagi terwujudnya masyarakat yang maju, adil, dan sejahtera”, dengan misi dan agenda program 5 K-ICMI sebagaimana disebutkan diatas. Dengan kata lain, ICMI harus bisa menjadi elemen penting dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat madani (civil society).
Alhamdulillah, berdasarkan rekam jejak ICMI Bogor, tidak pernah absen untuk berkontribusi aktif di kancah kegiatan-kegiatan ICMI nasional seperti Silaknas, Rakornas dan Muktamar, baik peran dan tugasnya berupa tenaga pelaksana Silaknas dan Muktamar ICMI V thn 2010, sumbangan pemikiran (konsepsi), karya Hyme ICMI yang monumental itu, maupun penempatan personil-kader di level MPP ICMI pada Muktamar ICMI VI di Mataram sebagai anggota formatur/Waketum, dan selanjutnya pada Muktamar ICMI VII di Bandung, alhamdulillah naik kelas menjadi Ketua Formatur yang otomatis sebagai Ketua Umum MPP ICMI periode 2021-2026.
Untuk kegiatan Muktamar ICMI VII yang diselenggarakan pada tgl 5-7 Desember 2021 di Bandung yang lalu, ICMI Orwilsus Bogor telah mendesign dan menjalankan kegiatan dan program unggulan “ICMI Bogor untuk Indonesia”, dicanangkannya sejak lebih setahun yang lalu sebelum Muktamar ICMI VII diselenggarakan, yang isinya mengusung Ketua ICMI Orwilsus Bogor, Prof.Dr.Arif Satria SP.MSi (Prof.ASA) Rektor IPB University, tokoh-pemimpin muda-millenial untuk dipromote, bisa terpilih menjadi Ketua Umum ICMI Pusat.
Alhamdulillah, berkat ikhtiar keras kami bekerja dalam team-sukses secara profesional, disertai niat yang tulus-ikhlas, dan diiringi doa kepada Allah SWT.
Subhanallah, Allah telah kabulkan doa kami, dan alhamdulillah kini kader terbaik ICMI Orwilsus Bogor, Prof.ASA telah diberi amanah oleh para muktamirin menjadi puncuk pimpinan MPP ICMI untuk periode tahun 2021-2026. Kami sangat menyadari bahwa “kemenangan” ini merupakan suatu anugerah illahi, sebab adanya perlindungan dan pertolongan dari Allah SWT untuk mengungguli sebuah kompetisi yang demokratis tanpa konflik sosial (rukun dan damai). Kemudian rasa syukur kepada Allah SWT pun menyelimuti hati dan pikiran kami semua.
Kami akan menuliskan beberapa narasi dari sejumlah artikel yang pernah ditulis, dengan judul buku “ICMI Bogor untuk Indonesia” yang insyaAllah nanti bisa sampai ditangan pembaca sekalian. Terbitnya buku itu hanya bermaksud sekedar mendokumentasikan guna memberikan fakta-informasi, apa dan bagaimana pendekatan dan strategi-taktik yang telah dilaksanakan untuk meraih apa yang didambakan tersebut, dalam berbagai ide-ide dari tulisan yang ada, dimulai sejak persiapan gagasan dan membangun opini, delegasi dan dinamika Muktamar ICMI VII.
Harapan lainnya terbitnya buku bisa menjadi pengingat terhadap apa visi dan misi sebagai “komitmen” yang telah disampaikan dalam forum Muktamar VII thn 2021 yang lalu. Selain itu, adanya buku ini, yang mengandung banyak catatan (data dan informasi), merupakan bahan pelajaran (lesson learn) yang berharga untuk pengembangan organisasi dan kelembagaan ICMI saat ini dan 5 (lima) tahun ke depan, agar lebih baik dan progresif, serta membawa kemaslahatan bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Kemudian hadirnya tulisan ini juga dalam rangka menyambut adanya acara pelantikan MPP ICMI periode 2021-2026 yang akan diselenggarakan tanggal 29 Januari 2022 di ICC IPB University, dikenal Botani Square-Mal, Baranangsiang Kota Bogor.
Sekian dan terima kasih atas kerjasamanya, terutama kepada Timses ASA for ICMI One, yang telah banyak membantu keberhasilan atau adanya “succes story” tersebut.
Akhir kalam, semoga Allah SWT memberkahi segala daya dan usaha kita untuk saling berbagi kebajikan antar sesama umat dan bangsa, Amiin3 YRA.
Penulis adalah Dosen-Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat Sosial, serta terakhir Kortimses Prof.ASA for ICMI One





