Jenazah Perawat Ditolak Warga, PPNI Rembang Gelar Aksi Keprihatinan

0
Perawat, PPNI, Rembang, Covid-19
PPNI Rembang melakukan aksi keprihatinan, di kantor PPNI Kabupaten Rembang, Jumat (10/4/2020), terkait penolakan pemakaman jenazah perawat (NK) positif Covid-19 di daerah Semarang. (doc. R2B)

LEAD.co.id | Sejumlah perawat yang tergabung dalam DPD Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Rembang, melakukan aksi keprihatinan, di kantor PPNI, Rembang, Jumat (10/4/2020). Aksi solidaritas ini merespon adanya penolakan pemakaman jenazah perawat (NK) positif Covid-19, di daerah Semarang, Kamis kemarin.

Akibat adanya penolakan warga di tiga lokasi pemakaman tersebut, akhirnya jenazah (NK) dikebumikan di pemakaman keluarga besar Pahlawan dr. Kariadi Semarang, Kamis malam (9/4). Atas hal itu, PPNI Rembang mendesak Kapolda Jawa Tengah menindak pelaku provokator penolakan jenazah tersebut.

Selama aksi berlangsung, para perawat mengenakan pita hitam di lengan kanan, sebagai simbol rasa duka mendalam. Tampak mereka menyatakan sikap dengan berdiri sambil membawa poster, serta tetap menjaga jarak satu sama lain. Mereka menganggap tindakan tersebut sangat menyakitkan, karena perawat sudah bertaruh nyawa menangani pasien Corona.

Baca :  Hasil Tes Swab, Lima Warga Rembang Dinyatakan Positif Covid-19

Tampak Poster tertulis permintaan untuk mendukung perawat selama bekerja menangani pasien Covid-19 dibentangkan para perawat. Mereka mengaku sangat menyesalkan kejadian jenazah seorang perawat perempuan Rumah Sakit Kariadi Semarang, ditolak pemakamannya oleh masyarakat.

PPNI, Perawat, Covid-19
PPNI Kabupaten Rembang melakukan aksi keprihatinan, terkait Penolakan pemakaman jenazah perawat positif Covid-19 di Semarang.

Ketua PPNI Kabupaten Rembang, Tabah Tohamik mengaku, peristiwa tersebut sangat melukai hati para perawat, karena perawat berada di garda terdepan dalam menangani pasien Covid-19. Ia mengajak masyarakat mengedepankan akal sehat, dalam melawan virus Covid-19.

“Kami mengucapkan innalilahi waiinailahi roji’un, atas wafatnya saudara kami dalam rangka merawat pasien korona. Namun saat akan dimakamkan, justru ditolak. Makanya kami menggalang persaudaraan, untuk mendukung saudara kita yang terkena musibah,” kata Tabah.

Baca :  Ribuan Santri Bogor Tuntut Fadli Zon Minta Maaf

Meski demikian, Tabah mengimbau para perawat di Kabupaten Rembang jangan melakukan aksi mogok kerja, guna menyikapi peristiwa di Semarang.

“Perawat sudah bekerja di luar batas kewajaran saat ini, siang malam, berada di dekat pasien. Di kala orang lain bisa bekerja di rumah, kami terus berada di dekat pasien. Saya himbau perawat tetap semangat dan tetap bekerja seperti biasa, demi kemanusiaan,” keluhnya.

Dengan kerja sama antara pemerintah dan aparat, Tabah berharap peristiwa di Semarang tidak akan terjadi lagi di tempat lain.

Baca :  Bahtsul Masail NU Digelar di Bogor, Selanjutnya Munas di Sarang-Rembang

Sumber: R2B/Musyafa
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here