Ketua PBNU HMI?

oleh -568 views
Ketua PBNU, PBNU, HMI, Mahmudi
Mahmudi, Instruktur Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bangkalan

Oleh: Mahmudi

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) merupakan sebuah salah satu organisasi Mahasiswa yang didirikan di Jogja pada 1947. Dengan semangat keislaman dan kebangsaan serta berasaskan Islam, HMI terus mewarnai adanya perjalanan bangsa Indonesia dari mulai terpuruk sampai era reformasi.

Sebagaimana disebut dimuka HMI merupakan organisasi yang berasaskan Islam sehingga membuat HMI multi ormas didalamnya, dalam arti tidak di dominasi oleh salah satu ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, PERSIS dan Ormas lainnya, sehingga terdapat keinklusifan atau kemajemukan dalam tubuh HMI, sebab HMI memandang latar belakang Islamnya, bukan Ormasnya.

Baca :  HMI Badko Jatim Ajak Mahasiswa dan Pemuda jadi Penggerak Penerapan 3M

Penulis sedikit tersentuh ketika menemukan pernyataan atau berita dengan judul “Kiai Asep: Untuk apa Didirikan PMII jika Ketua Umum PBNU adalah Kader HMI”, pada 18 Oktober 2021.

Dalam tulisan tersebut ada beberapa pernyataan yang dilontarkan oleh kiai Asep diantaranya “Untuk apa mendirikan PMII, jika Ketua Umum PBNU kader HMI,” dan “Kalau hanya jadi ketua Banom, seperti Saifullah Yusuf, yang dulu jadi Ketua Ansor nggak papalah. Tapi kalau HMI jadi top figur NU, ya gimana”.

Dari pernyataan ini penulis teringat pada 17 April 1960/21 Syawwal 1379 sebagai salah satu oretan sejarah yang menegaskan bahwa Mahbub Djunaidi sebagai ketua umum PMII pertama, uniknya penulis menemukan sejarah lain bahwa sejatinya rakanda Mahbub adalah kader HMI yang ditarik oleh NU dan diamanahi sebagai ketua Umum PMII pada masa itu.

Baca :  Kembalikan HMI Pada Khittah Intelektual Keummatan dan Kebangsaan

Tidak hanya itu banyak tokoh-tokoh NU lainnya yang berproses di HMI, KH. Tolchah Mansoer, pendiri Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU IPPNU) yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta. Dari sini sudah membuktikan bahwa sejatinya HMI adalah organisasi untuk umat Islam, sehingga pernyataan yang terkutip dalam situs web tersebut penulis rasa mendeskriditkan dan berlandaskan dari ego sektoral semata sehingga pernyataan tersebut penulis rasa menjadi sebuah keresahan beliau akan potensi kader HMI untuk memajukan NU.

Disisi lain penggiringan opini masyarakat samacam itu, penulis rasa tidak elegan melihat latar belakang beliau adalah seorang tokoh dan uswah masyarakat, sebab dengan penuh kekurangan keilmuan penulis, sikap sedemikan seolah menggambarkan kepentingan-kepentingan politik yang pada akhirnya harus meremehkan organisasi lainnya.

Baca :  HMI Menjawab Tantangan Society 5.0

Penulis adalah Instruktur Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangkalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *