KPTB dan Pamber Ngahiji Berangkatkan Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

oleh -228 views

Lead|Bogor – Komunitas Pengurus Terminal Baranangsiang ( KPTB) dan Pamber Ngahiji, memberangkatkan bantuan untuk korban tsunami, di Pantai Anyer, Provinsi Banten. Mereka langsung, mengunjungi tempat pengungsian, dan melihat kondisi pemukiman yang di porak porandakan oleh air laut.

Menurut Ketua KPTB, Teddy Irawan, sudah semestinya sesama umat muslim, untuk saling membahu meringankan masyarakat yang terkena musibah, hal ini, menjadi sebuah kewajiban, dan sudah dijelaskan dalam kitab Al-Qur’an, telah nampak kerusakan di darat dan lautan disebakan karena perbuatan tangan manusia , supaya allah, menambahkan kepada mereka sebagian dari ( Akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar, Arum ayat 41.

Baca :  IZI Kirim Sumbangan Korban Tsunami Selat Sunda

“Ini kami lakukan, karena miris melihat saudara kita, yang masih belum banyak yang tersentuh dalam bantuan oleh pemerintah, jadi kami langsung mengunjungi mereka sekaligus memberikan bantuan, ” kata dia.

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa bentui pakaian layak pakai, dan makanan serta sejumlah uang untuk kebutuhan mereka. Bayangkan, musibah yang melanda wilayah ini, mereka sudah tidak mempunyai apa-apa, rumah hancur, bahkan ada juga keluarganya yang menjadi korban.

“Yang harus dipahami, bahwa bencana alam tidak bisa terdeteksi secara dini, sepeti angin puting beliung gempa, gunung meletus, kekeringan, tanah longsor, namun, manusia hanya bisa waspada dan berdoa agara musibah ini tidak terjadi kembali, ” papar dia.

Baca :  Bantu Korban Gempa Cianjur, KPTB Terjun ke Lokasi Pengungsian

KPTB sangat peduli, hingga dirinya dan tema – teman KPTB langsung terjun memberikan bantuan. Para korban, masih vanyak yang belum mendapatkan bantuan, jika mengacu pada segi aturan dalam pasal 3 aya1 UU no 24 tahun 2007, bahwa penanggulangan bencana, berasaskan kemanusiaan, keadilan, kesamaan, kedudukan, kebersamaan, kelestarian, lingkup, ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian di ayat 2 juga mengatur prinsip penanggulangan bencana, yaitu , cepet dan tepat prioritas, koordinasi dan terpadu berdaya, guna dan berhasil, transparan dan akuntabel, kemitraan, pemberdayaan, non diskriminatif.

“Jadi seharusnya, pemerintah secara merata dalam memberikan bantuan, karena, masih banyak para korban musibah tsunami di Banten ini, belum merata tersalurkan bantuan, kalau melihat secara kasat mata dilokasi sangat sedih melihat saudara-saudara kita,” ujar dia.

Baca :  Pasca Tsunami Selat Sunda, Dompet Dhuafa Bersama Bukulapak Bantu Nelayan Kembali Melaut

Ia menambahkan, dan berharap saudara-saudara kita yang menjadi korban musibah bencana tsunami ini, bisa mendapatkan bantuan yang sesuai karena, dengan terjadi musibah tsunami bukan keinginan namun, alam susah terditeksi walaupuan ilmuhan ikut menditeksi lokasi yang rawan bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *