Ombudsman RI : KIP Saja Tidak Cukup Meminimalisir Korupsi

0

Lead | Bogor – Lembaga Pengawas Pelayanan Publik Ombudsman terus bekerja keras dan ikut serta dalam memberantas korupsi, salah satu yang dapat meminimalisir korupsi adalah Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Anggota Ombudsman RI, Alamsyah Saragih mengatakan bahwa KIP itu sangat penting, tapi tidak cukup untuk memberantas korupsi di Indonesia. Tidak hanya KIP saja yang berperan sebagai pemberantasan korupsi, Namun lembaga terkait bahkan insan pers memiliki peran itu.

“KIP, Ombudsman RI, KPK dan Pers memiliki peran penting dalam memberantas korupsi di negeri ini, maka dari itu tidak hanya KIP saja yang dapat meminimalisir koruptor. KIP dapat mengobati namun belum bisa memberantas maka dari itu harus ditopang dengan lembaga terkait.” Jelasnya dalam penyampaian materi KIP dan korupsi di Rakernas Bakornas LAPMI PB HMI, Jum’at, (11/1/2019) di Bogor.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan adanya KIP ini sedikit banyak membantu pengungkapan kasus korupsi di Indonesia. Indeks korupsi di Indonesia pun sedikit menurun walau tidak banyak, namun ini dapat menekan angka koruptor.

“Indeks korupsi di Indoensia sudah berkurang walau tidak banyak karena ada KPK, Ombudsman dan pihak – pihak yang membantu dalam mengungkap korupsi ini.” Ujarnya.

Ia juga bercerita bahwa dulu di Indonesia banyak koruptor dikarenakan tidak adanya lembaga sepeti KPK, Ombudsman, bahkan Pers pun tidak berani mengungkap itu. Korupsi itu hanya korupsi konvensional yang bisa dibuka. Korupsi yang terjadi hari ini adalah korupsi yang terjadi diluar sistem negara. Seperti suap jabatan.

“KPK bahaya jika kerja sendiri. Pers lah yang harus menopang kerja KPK untuk melakukan investigasi,” Paparnya ()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here