Memorial Bang MSK

0
Apendi Arsyad, Budaya, Islam, Melayu
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Oleh: Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi
(Dosen dan Aktifis HMI, KAHMI dan ICMI di Bogor)

Inna lillahi wa inna illahi Rajiun
(Sesungguhnya kami milik Allah dan kepadaNyalah kami kembali, QS 2: 156)
Telah berpulang keramahtullah, abangku Ir.H.Muhammad Saleh Khalid. MM (MSK) Ahad pagi (lk jam 9 wib), 2 Agustus 2020 di Kota Medan. Begitu saya baca isi pesan dari beberapa WAG yang ada di Hpku, informasi diterima sekitar lk 3 jam kemudian, setelah kepergian alm bang MSK buat selama-lamanya. Sewaktu membuka Hp, saya dkk akan memulai sebuah Rapat Pleno Diperluas ICMI Orwil Khusus Bogor tahun 2020 yg mengambil tempat di ICC IPB-Botani Square Kota Bogor. Setelah membaca berita tersebut, konsentrasiku terpecah, kurang fokus ke persiapan rapat karena saya tiba2 diliputi kesedihan yang mendalam atas meninggalnya abangku MSK, yg selama ini salah seorang yang amat saya hormati.

Pikiran dan persaanku berkecamuk serta penasaran kok begitu cepat rasanya bang MSK meninggalkan kita. Padahal pada hari Kamis 30/7-2020, 3 hari yang lalu, bang MSK masih berkomunikasi dengan saya dengan merespon tulisan saya, yang dikirim kepada beliau. Bang Khalid menjawab di WAG japri untuk saya: Sukron adinda, barakallah. Beliau tidak memberitahu bahwa dia sakit saat ini, saya pun tidak punya firasat tentang almarhum. Saya sangat kaget membaca berita duka berpulangnya bang MSK menghadap Allah SWT, insyaAllah almarhum husnul khotimah.

Pada siang Ahad 2/8-2020 itu, Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia (ICMI) Orwil Khusus Bogor bersama para Pimpinan Orda, Orsat dan Badan Otonom ICMI, akan menyelenggarakan Rapat Pleno Diperluas untuk agenda persiapan Muktamar ICMI ke 7 tahun 2020/2021. Pada alawal acara pembukaan,
sebelum dimulainya rangkaian persidangan, seluruh peserta rapat baik yg ikut offline (yang hadir di ballroom ICC-IPB) maupun yang ikut rapat virtual (online) dalam posisi berdiri mengheningkan diri seraya mendoakan almarhum Kakanda MSK dengan membaca ulumul Quran Al Fatihah dengan khusuk untuk kebaikan almarhum. Dan gambar almarhum bang MSK pun, yg berpakaian rapi jas dan berkopiah hitam dengan wajah tersenyum ditayangkan di layar monitor rapat virtual, dengan teks Ir.H.Muhammad Saleh Khalid, MM: Ketua Umum HMI Cabang Bogor (1979-1980) dan Ketua Umum Pengurus Besar HMI (1986-1988).

Sungguh saya dan kita semua sangat kehilangan seorang tokoh panutan, terutama di keluarga besar HMI dan KAHMI, yg selama ini beliau rajin tutun ke bawa untuk membina, mengayomi dan mendatangi adik2nya HMI diantara saya di Kota Bogor. Kami selama ini sering berkomunikasi bertemu tatap muka langsung pada event2 tertentu, dan atau via telepon dan WA baik japri maupun grup (WAG), membicarakan berbagai hal kehidupan, terutama fokus persoalan2 pengkaderan HMI dan perjalanan kehidupan berbangsa dan bernegara akhir2 ini dan kedepan bagaimana?
Antara lain aktivitas kami yang pernah dilakukan, saya dengan almarhum pada tahun 1986 pernah menyelenggarakan Pertemuan Cendekiawan Muslim se Indonesia dan Seminar Nasional 2 hari, bertemakan “Menyiapkan Masyarakat Industri dan Informasi” di Ciawi Bogor (kampus Universitas Djuanda Bogor sekarang) tanggal 8-9/3-1986, saya ketua umum pelaksananya (OC) sedangkan alm. bang MSK sebagai Ketua Pengarahnya (SC). Beberapa bulan kemudian, saya pun dilibatkan dalam Kongres HMI ke16 di Kota Padang, alhamdulillah beliau terpilih menjadi Ketua Umum PB HMI, kongres HMI yang cukup ‘panas’ merespon.Azas Tunggal Pancasila atas desakan dan tekanan regim Orde Baru. Ekses negatif kongres HMI yang panas tersebut melahirkan HMI MPO, konsekwensinya kepemimpinan bang MSK mendapat tantangan yang cukup berat untuk mempersatukan elemen2 HMI. Selanjutnya saya, oleh bang MSK diajak duduk dalam kepengurusan PB HMI sebagai Ketua Departemen Kekaryaan. Karena kesibukan saya ketika itu menyiapkan berdirinya Universitas Djuanda (UNIDA) di Ciawi Bogor, waktu itu saya meminta diresufle, jadi saya hanya tercatat di SK Kepengurusan PB HMI hanya bertugas selama 2 semester. Akan tetapi hubungan saya dengan bang MSK tetap terjalin baik dan produktif dengan almarhum hingga di akhir hayatnya.

Baca :  Bertadharus Al Quran sebagai Basic Human Needs

Untuk memelihara hubungan saya sebagai yunior kepada senior HMI, alhamdulillah setiap artikel, makalah dan buku yg saya tulis saya selalu kirimkan untuk beliau. Akhir2 ini kami aktif berkomunikasi melalui WA (japri dan grup), setiap artikel yang saya posting ke beliau selalu bang MSK membalasnya, dan memberikan komentar berupa dukungan dan semangat, tanpa satu pun terlewatkan. Begitu juga almarhum sering mempostingan secara WA japri ke saya adiknya untuk informasi2 yg strategis dan ‘sensitif’. Terkadang menjadi inspirasi dan materi dari tulisan saya. Kami saling mencerahkan, diantaranya ada artikel dan buku beliau membahas tentang “Menghilangkan 7 (tujuh) Kata dalam Pembukaan UUD 1945”; dan beberapa artikel yang lainnya.

Kira2 satu dasar warsa yg lalu, beliau datang ke Bogor menemui dan mengajak saya untuk membentuk “Lembaga Kajian Konstitusi” untuk mengkritisi sejumlah kelemahan beberapa
pasal2 UUD 1945 hasil Amandemen 4 kali, yang menurut pendapat almarhum tidak sesuai dengan ideologi dan falsafah Pancasila yang sebenarnya. Beberapa makalah dari beberapa orang ilmuan dan pakar konstitusi yg telah beliau hubungi, antara lain alm.bpk Prof.Sri Sumantri dan lain-lain diberikan kepada sayan waktu bertemu berdiskusi di Bogor itu.Subhanallah, almarhum berhasil menyelenggarakan pertemuan nasional yang dihadiri para tokoh politik nasional al bang Ir.Akbar Tanjung dll di Gedung Joang 1945 di Jakarta, waktu itu saya berkesempatan hadir guna membahas berbagai “peroalan dan permasalahan” sistem ketatanegaraan NKRI hasil amandemen UUD 1945 hingga saat ini berlaku. Walaupun kesehatan beliau agak terganggu waktu itu karena sakit jantung, tetapi semangat pengabdian bang MSK sangat tinggi bagi kehidupan kebangsaan sejak muda. Acara sarasehan yang digagas beliau tsb berjalan sukses dan dimuat di berbagai media massa nasional. Jadi, apa yang hari ini dirisaukan, dikhawatirkan dan digugat oleh banyak orang, serta cukup ramai dibicarakan di negeri ini, mengenai kelemahan sistem konstitusi negara kita, almarhum bang MSK sudah membuktikan kepeduliaannya terhadap nasib NKRI, dan sudah berpikir dan bertindak jauh sebelumnya agar kita memperhatikan soal problem konstitusi bernegara kita.

Baca :  Melupakan Al Qur'an, Pandemi Covid 19 pun Mengancam

Dalam sejumlah makalah antara lain dari ahli tata negara sepuh seperti Prof.Sri Sumantri banyak mengungkapkan kelemahannya dan telah melenceng keluar dari sustem nilai dan norma UUD 1945 yg asli (UUD yang disyahkan PPKU pada tgl 18/8-1945) yang berdampak buruk terhadap dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sejak reformasi hingga saat ini. Itulah antara lain catatan singkat saya tentang peran almarhum sebagai kader bangsa yang terus berbuat pada masa untuk masa depan NKRI yang berperadaban.

Mengapa almarhum begitu aktif dan peduli terhadap nasib bangsa, sejak muda almarhum MSK telah berhasil menjadi aktivis di gerakan kepanduan Pramuka, pimpinan Osis, Ketua Angkatan TPB-IPB, Menwa-IPB dan pucuk pimpinan HMI semasa berstatus mahasiswa IPB, dan aktif juga dalam kegiatan Kepemudaan di Indonesia antara lain menggerakkan potensi generasi muda di KNPI, Kelompok Pemuda Cipayung sampai GMPI (Gerakan Muda Pembangunan Indonesia) sebagai Ketua Umumnya. Informasi ini sebagian saya dapatkan dengan membaca autobiografi almarhum Abang Khalid dalam buku “Lazuardi Hijau: Potret Diri dan Refleksi Ir.Saleh Khalid (Perjalanan Tokoh Muda PPP dari HMI sampai DPR dan Pelbagai Pemikirannya) dgn editor Kawiyan, yang diterbitkan Yayasan Piranti, Jakarta thn 1995, lembaga yg didirikan bang Drs.H.Ridwan Saidi mantan Ketum PB HMI politisi PPP, senior almarhum MSK.

Dari sejumlah catatan perjalanan hidup almarhum bang MSK memang bakat, kemampuan dan karakter kepemimpinan terlihat sangat menonjol. Walaupun almarhum kanda MSK yang lahir tgl 8 Desember 1958 di Kota Medan, sejak lahir alm sudah anak yatim, dan ayahnya Abdul Muis meninggal dunia pada saat MSK masih dalam kandungan ibunya. Sejak kecil, almarhum telah menjalani hidup yang prihatin, dan berjuang keras untuk menghidupi keluarganya dengan berprofesi tukang potret keliling kampung mencari nafkah, dan meniti karier yang penuh lika-liku serta beusaha keras meraih cita2nya dengan sejumlah prestasi,..itulah MSK seorang Yatim yang Sukses,… alhamdullah alm. bang MSK bisa menjadi pemimpin dan tokoh nasional yang sangat diperhitungkan di masanya. Dan bagi saya dan kami sebagai kader Insancita HMI, almarhum bang MSK merupakan sesorang vigur dan sosok panutan kami. Saat ini kami adik2nya yg mencintainya pada sejumlah angkatan HMI Cabang Bogor ikut membacakan (bertadharus) 30 juz ayat suci Al Quran untuk dihadiahkan kepada almarhum semoga husnul khotimah.

Saya pribadi dan keluarga sangat merasa kehilangan sosok senior HMI kanda MSK, yang baik, karena semasa hidupnya, saya begitu akrab dan dekat dengan beliau yg sudah almarhum.
Saking dekatnya hubungan saya, tiga tahun lalu (2017) saya pernah menginap di rumahnya di Kota Medan, sepulang dari Nias Selatan tugas jasa konsultan. Saya menyempatkan diri singgah di kota Medan, bersilaturrahmi dgn alm.bang MSK yg amat saya hormati beserta sekeluarganya, kami sempat ngobrol banyak utk melepas rindu dan saya diajak makan sate di sebuah restoran yg enak, yang sdh menjadi langganannya. Datangnya saya ke kota Medan, selain rasa kangenan, dikandung maksud sebagai balasan budibaik alm. bang MSK yang pernah berkunjung dan menginap di rumah saya sekeluarganya (anak-beranak dan istrinya) datang khusus dari Medan ke Ciawi Puncak Bogor, seingat saya ada sebanyak 2 kali (thn 2014 dan 2016).
Kebetulan ketika itu ada urusan sekolah 2 putra putri masuk bersekolah di SMAIT Insantama Kota Bogor dan meminta saya untuk membantu proses pendaftarannya.

Baca :  Regenerasi Personil ICMI Sebuah Keniscayaan

Berkat hubungan yg bersahabat tersebut, saya sudah merasakan betul, bahwa almarhum abang MSK adalah “kakak kandung” saya secara ideologis (bukan biologis), kami memiliki kesamaan cita2 mulia.

Dalam catatan saya sejak saya mengenal almarhum bang MSK sebagai alumni Sanggar Felicia IPB 4-5 tahun diatas saya, dengan beliau begitu sering saya berinteraksi dalam.berbagai aktivitas keummatan dan bertukar-pikiran membahas soal2 pengembangan SDM, khususnya masa depan pengkaderan HMI dan pendayagunaan SDM alumni HMI/Kahmi, serta membicarakan issu2 strategis nasional (aspek sosek, sosbud dan sospol) untuk memajukan kehidupan ummat dan bangsa (NKRI).

Pada saat saya membaca berita berpulang kerahmatullah bang MSK di WAG pada Ahad siang di ICC IPB/Botani Square dan saya dkk baru mau memulai rapat ICMI, jujur saya berkata..saya sangat merasa sedih dan kehilangan sosok yang baik dan cerdas tersebut, dan juga banyak menginspirasi perjalanan hidup saya dalam berkiprah di organisasi kemasyarakatan (kemahasiswaan, kepemudaan, keprofesian dan keummatan serta kecendekiawanan) dalam rangka untuk berperan serta dalam memajukan ummat dan bangsa serta agama Islam di negeri ini.
Sungguh saya kehilangan seorang vigur yang baik hati dan penyabar, bicara tenang dan berpikirnya jernih dan runtut, bekerja profesional, serta pekerja sosial dari sejak muda hingga meninggalnya. Begitu banyak “proyek2 sosial” dengan teman2 yg sdh dan tengah dikerjakan alm, terutama program aksi pemberdayaan kaum tani, ternak dan nelayan di kawasan perdesaan, pesisir dan desa2 pedalaman-terpencil.
Almarhum MSK adalah tokoh nasional yang berasal dari Bogor satu2nya yg berhasil menjadi Ketum PBHMI, yang sebelumnya berhasil memimpin HMI Cabang Bogor sebagai Ketua Umumnya.

Atas kepergian almarhum menghadap Sang Khalik dan Maha Pemiliknya Allah SWT, saya dan kita semua terpaksa mengikhlaskan kepergian almarhum untuk istirahat dari panggung perjuangan di dunia yang fana ini buat selama-lamanya. Dan saya dan kita hanya bisa berdoa semoga alm. bang MSK husnul khotimah dan atwahnya diterima dan dimasukkan oleh Allah SWT kedalam golongan orang2 yang sholeh..di Surgajannatunnaim, dan keluarga yang ditinggalkan (istrinya kanda Prof.Rosdanelli) beserta putra-putrinya diberikan kesabaran dan tawakal-illallah, Amin3 YRA.

Selamat jalan abangku: Ir.H.Muhammad Saleh Khalid.MM menghadap Sang Pencipta dan Pemiliknya Allah SWT dengan damai dan penuh kebahagiaan.☆☆☆☆☆
Wabillahit taufiq walhidayah Wr.Wb

Wassalam
Adinda yang berduka Dr.Ir.HApendi Arsyad.MSi (Ciawi Bogor, Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda, Bogor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here