Mengungkap Sejarah Kesultanan Banten di Mata Dunia

oleh -404 views
Sejarah, Kesultanan, Banten, Dunia
Literate Foundation bersama IKMM UIN SMH Banten melakukan Webinar bertajuk "Sejarah Kesultanan Banten di mata Dunia", secara Daring, pada Rabu (14/10/2020).

LEAD.co.id | Literate Foundation bersama Ikatan Keluarga Mahasiswa Minangkabau (IKMM) UIN SMH Banten melakukan kegiatan Webinar bertajuk “Sejarah Kesultanan Banten di mata Dunia”. Kegiatan ini diselenggarakan Secara Daring melalui google meet dimulai pada pukul 19.30 WIB, Rabu (14/10/2020).

Webinar ini menghadirkan pemateri Ratu Bagus Hendra Bambang Wisanggeni M.BA (Sultan Banten ke-18) dan diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Tujuan kegiatan ini adalah untuk mengenal dan mengetahui sejarah Banten. sebagaimana pepatah mengatakan tak kenal maka tak sayang. Kita harus mengenal bagaimana sejarah tempat kelahiran. begitu juga dengan mahasiswa Minang yang sedang menuntut ilmu di Banten dan selalu memegang teguh prinsip Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.

Baca :  Jokowi Tinjau Pendidikan Kebencanaan di Banten

Wahyu Hilmi S.pd selaku Founder Literate foundation dan ketua IKMM Banten berharap Acara ini dapat meningkatkan pemahaman para peserta webinar terkait sejarah Banten sehingga dapat menumbuhkan kecintaan dan rasa bangga terhadap Banten.

Pada masa kontemporer ini kita sering dihadapkan konflik antara suku dikarenakan ketidak fahaman kita sebagai masyarakat yang mendiami suatu daerah tidak faham akan adat istiadat , kebudayaan dan sejarah di daerah tersebut. Dengan acara ini kita bisa faham mengenai suatu daerah sehingga terjalinnya harmonisasi dan rasa cinta terdahap daerah.

Baca :  KPK Didesak Turun ke Banten Terkait Kasus Hibah Ponpes dan Mafia Masker

Ratu Bagus hendra Bambang wisanggeni M.BA memaparkan beberapa silsilah kekeluargaan yang salah pemahaman. Dikarenakan politik adu domba oleh Penjajah Belanda (Devide it impera) dan penyelewengan sejarah oleh Snouck Hurgronje di beberapa literatur.

“Kita sebagai generasi muda harus paham sejarah dan tau sejarah tersebut yang bersumber dari beberapa literatur yang valid,” Kanjeng Sultan menambahkan.

Menurutnya, Orang yang maju adalah orang yang memahami budaya dan sejarahnya. “Be positive dan mari kita lestarikan kebudayaan Banten,” ujar pemateri sekaligus menutup pembicaraannya.

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *