Menjelang Pilkades Serentak, Ketua Karang Taruna Desa Cibatok Dua Angkat Bicara

0

Pilkades merupakan salah satu bentuk pesta demokrasi yang begitu merakyat. Pemilu tingkat desa ini merupakan ajang kompetisi politik yang begitu mengena kalau dan harus dijadikan pembelajaran politik bagi masyarakat. Pada momen ini, masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin desanya. Banyak bentuk pesta demokrasi yang telah digelar dikehidupan politik kita sekarang. Mulai dari Pilkada Serentak Gubernur dan Bupati, Pemilihan Presiden serta pemilihan legislatif, dan sekarang pilkades (pemilihan kepala desa).

Pilkades ini sangat begitu menarik, karena banyak pihal-pihak yang saling terkait antara peserta, penyelenggara dan pemilih, masing-masing masyarakat punya kedekatan pribadi secara emosional maupun secara kekeluargaan, sehingga suhu politik dilapangan semakin terasa dibandingkan pemilu yang lain.

Yang sangat saya sayangkan dipilkades adalah para calon pemimpinnya terkadang kekurangan motivasi, novasi dan juga kekurangan secara mental dan intelektual, sehingga tidak ada ide/gagasan yang di bangun dan ditawarkan kepada masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan, kemudian ketika calon ini diamanhi oleh rakyat untuk menjadi seorang pemimpin tidak begitu paham dan mengerti peran dan fungsi dia sebagai pemimpin rakyat. Dan yang harus kita antisipasi dari sekarang dalam memberantas KKN (Kolusi, Korupsi dan Nepotisme) berawal dari pilkades yang jujur, adil tanpa money politik.

 pemilihan kepala desa ini juga jangan hanya dijadikan sebagai  ajang pergantian kepemimpinan, namun harus juga dijadikan sebagai sebuah pembalajaran demokrasi yang jurdil dan luber, serta memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Jangan sampai pemilihan kepala desa ini juga dijadikan money politik atau politik sara yang bisa mempecah belah persatuan mayarakat. Saya juga berharap kepada para calon pemimpin desa harus membawa ide sdan konsep yang besar, wawasan kebangsaan dan keislaman juga sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap para calon untuk menghindari konflik atau perpecahan dimasyarakat.

Dan ketika kita memilih seorang kepala desa atau pemimpin rakyat harus mengetahui kualitas dan kapabilitas dari seorang pemimpin, apalagi tingkatan desa itu langsung berhadapan dengan masyarakat, jangan sampai pemimpin desa juga hanya  memberikan janji janji semata dan ketika terpilih dia lupa janjinya dan tugasnya sebagai pelayan masyarakat.

Saya beserta kawan-kawan pemuda karang taruna akan berperan aktif dikompetisi pilkades ini karena harus ada kulitas yang dihasilkan dari produk politik, kepada masyarakat agar jangan pernah bermain money politik, dan dalam memilih seorang pemimpin harus jelas visi dan misinya untuk kesejahreraan masyarakat. Ketika nahkoda itu tidak punya tujuan dalam menjalankan kapalnya maka akan terombang-ambing ditengah lautan dan tersesat tidak tau arah. Satu hal yang harus di ingat kepada para calon kepala desa, menjadi seorang pemimpin rakyat itu harus siap melayani dan siap mengabdi kepada masyarakat, karena kalian dipilih oleh rakyat.

Saya juga mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama mengawal jalannya pemilihan kepala desa ini secara damai, jujur, terbuka dan adil.

 

Baca :  Warga Cifor Tolak Pembangunan Laboratorium SAI

Oleh : Moh Dedi Iskandar

(Ketua Karang Taruna Desa Cibatok 02)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here