Menyambut Pemimpin Baru Kuansing 2021-2026

oleh -443 views
Apendi Arsyad
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MS.i (Penulis di LEAD.co.id)

Oleh: Dr.Ir.H. Apendi Arsyad, MSi

Assalamu’alaikum.Wr. Bb.
Hatur nuhun bang Jusar bin Ali yang telah mendoakan kita semua, serta tulisannya cukup menarik tentang sebuah harapan kepada masyarakat Rantau Kuansing tetap bersatu pasca Pilbub Kuansing tgl 9 Desember 2020 beberapa hari lalu. Saya juga berharap demikian, semoga pemimpin baru yang terpilih siapa pun mereka kita harus bisa bersatu kembali, saling berangkulan dalam rangka memajukan nagori Rantau Kuansing.
Terima kasih bang Jusar Ali yang juga mengingatkan saya agar menjaga kesehatan, insyaAllah.

Kota Bogor saat ini memang korban pandemi Covid 19 berkecenderungan meningkat, daerah kami mendekati “zona merah” lagi. Tapi aktivitas warga di lingkungan kota tetap ramai di jalan dengan kenderaan dan motor, dan juga di mal-mal warga banyak berbelanja, serta di resto-2 para tamu menikmati aneka hidangan dan masakan (kuliner). Bogor memang terkenal banyak warung makan dan resto berbagai kelas untuk memanjakan lidahnya para wisnu dan wisman.

Bogor adalah “food meccah”nya wisata kuliner, dan salah satu andalan pendulung kegiatan wisata disamping kebun Raya Bogor (KRB) yang menawan itu (ecotourisme). Kota Bogor memiliki banyak taman dengan lanscape yang indah dan menarik, karena ditata rapi oleh Dinas Pertamanan dan Kebersihan Pemkot Bogor.

Biasanya sebelum datangnya wabah-pandemi Covid 19, taman-2 kota dan pusat-2 kuliner ini cukup ramai di kunjungan warganya baik untuk berolah raga lari, jalan santai, dan jogging, juga keluarga yg membawa anak-nya bersenang-senang di taman-2 bercengrama dengan anak bersama orangtuanya, selain bermaksud menghirup oksigen di pagi hari yg segar. Setelah capek dan puas warga berkumpul berwisata di pagi hari, warung makan, warung kopi dan restoran pun siap menanti dan melayani warga kota dan wisatawan untuk menikmati hidangan sesuai selera dan kemampuan dompet para pengunjung, dll.

Saya bernarasi tentang kota Bogor yg kini berubah drastis dengan tata kota yg semakin indah dan menarik ini adalah berkat lahirnya kemampuan kepemimpinan muda yg kuat, berkomitmen tinggi, cerdas dan bersih Dr.H.Bima Arya Sugiarto (lulusan Phd di salah satu Universitas yg terkemuka di Australia).

Saya agak mengenal dekat beliau bpk Walkot Bogor, karena 5.5 tahun (2013-2019) lamanya, saya pernah “mendampingi” beliau sebagai Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor. Jadi relatif sering diundang acara-2 dan kegiatan pembangunan kota Bogor, sehingga saya mendengar langsung pidatonya (visi dan misinya), menyimak isinya dan menyaksikan berbagai prestasi dan kemajuan yg dicapai kota Bogor.

Salah satu yang menarik kepemimpinan Bima Arya yang visioner, beliau sering hadir di tengah-2 masyarakat yang tengah dirundung kemalangan (mendapat musibah) seperti bencana alam, kesemrawutan pasar tradisional, kemacetan lalu lintas, eksiden tawuran para oknum pelajar, pengaturan lokasi berjual pedaganf kaki lima (pkl), pengembangan koperasi dan ukm berbasis industri kreatif, penataan trotoar yang ramah pejalan kaki dan pemakai sepeda, sungai-2 dibersihkan dari sampah, penanggulang sampah dengan bank sampah di sejumlah kelurahan, penghijauan ruang publik, dibuat beberapa kampung tematik yg menarik wisata, mega event wisata Festival Budaya Bogor yg melibatkan banyak komunitas seniman dan budaya, usaha dan industri MICE (meeting, invention, conference and exibition/expo) juga berkembang dimana rata-2 hunian hotel membaik dan kunjungan wisatawan meningkat, dsb.

Baca :  "The Circular Economy" dan Peran SG - CEO Kencana Group

Banyak hal yang menarik yang bisa dipelajari dari sosok seorang pemimpin muda millenial Walkot Bogor Dr. Bima Arya Sugiarto yang beliau kerjakan saat ini, secara profesional dan bertanggungjawab.

Dari gejala keberhasilan Kota Bogor menata kotanya yang semakin cantik, ramah lingkungan dan sosial yang berseri, dimana warganya senang dan berbahagia, maka ini membuktikan bahwa kemampuan seorang Wali Kota/Bupati sebagai “CEO” adalah faktor terpenting dalam menentukan kemajuan sebuah nagori Kabupaten dan Kota-2 di Indonesia.

Berdasarkan narasi singkat yang saya tulis diatas, saya bermaksud Pemimpin baru Kuansing (Bupati dan Wabubnya) belajarlah (lesson learned) ke Kota Bogor, menemui Walikota Dr. Bima Arya untuk belajar bagaimana memimpin rakyatnya bisa membawa perubahan-2 besar, yang signifikan dilihat dari beberapa indikator kemajuan. Walaupun kita memahami karakteristik warga kota Bogor agak berbeda dengan masyarakat Rantau.Kuansing, tetapi prinsip-2 dan kaidah-2 serta gaya kepemimpinan yang sukses, menurut saya relatif sama.

Saat ini proses perhitungan suara Pilkadal paslon Bupati dan Wakilnya tengah berlangsung. Siapa pun terpilih dan dipilih rakyat Kuansing secara demokratis dan transfaran (jurdil) haruslah kita terima dengan lapang dada (legowo), rukun- damai dan menghormati apa yg diputuskan KPUD Kuansing tanpa ada ekses keributan dan kegaduhan seperti yang pernah terjadi pada 5-10 tahun lalu.

Mari kita berdoa semoga Kuansing mendapatkan Pemimpin Baru (the New Leaders) yang berakhlaq mulia dan mampu membawa perubahan-2 besar, ada terobosan/inovasi-2 ke arah yg lebih baik dan membanggakan kita semua.

Dalam konsep Dinulislam kriteria kepemimpin yg berakhlaq tersebut adalah siddiq (benar/ true), amanah (terpercaya/trust), fatonah (cerdas/genuin) dan tabliq (komunikatif/sering turba). Harapan kita Bupati dan Wabub Kuansing yang baru terpilih berakhlaq mulia (akhlaqul karimah), juga mau dan berkemampuan membentuk “the Dream Team” yakni para Kepala/ Pimpinan OPD/SKPD beserta jajarannya seperti kriteria tersebut diatas. Jauhilah dan hindarilah ! rekruitmen esselon dan staf birokrasi berdasarkan upeti (pungli, korupsi), nepotisme (hubungan kekerabatan/nogori asal desa/kecamatan), suka dan tidak suka (like and dislike) dsb yg kontraproduktif dengan kriteria-2 atau standar-2 yg menyesatkan lainnya.

Jika “the Dream team” terbentuk dan dibackup oleh strong leader yg profesional, energik dan bebas KKN, saya yakin Mega Event Pacu Jalur untuk membangkitan perekonomian rakyat Kuansing melalui kemajuan industri wisata alam dan budaya Kuansing bisa terselenggara dengan baik, dan marwah negeri pun terjaga, dan industri kreatif akan berkembang berbasis budaya dan kearifan lokal (local wisdom) Rantau Kuansing (baca beberapa artikel saya, diantaranya tentang Mega Event Jalur ini). Dengan hadirnya “the Dream Team” di lingkungan Pemkab Kuansing, Pemerintah bisa hadir dalam mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat, yang selama sengkarut permasalahan sosial budaya, sosial ekonomi dan lingkungan hidup yg beberapa dasawarsa tidak teratasi dan dibiarkan.

Baca :  Renungan Akhir Pekan: ICMI seimbang Reflektif dan Praxis

Dengan “the Dream Team -OPD/SKPD yg bersih dari perbuatan KKN umur proyek-2 pembangunan insprasruktur jalan, jembatan dan bangunan-2 seperti pasar-2 rakyat dan hotel serta kampus Univ.Kuansing tidak ada lagi yang terbengkakai (mangkrak), umur jalan-2 aspal-beton dan jembatan pun masanya relatif panjang umur ekonomisnya, tidak cepat rusak (short time) karena pekerjaan fisiknya sesuai bestek (detail engineering design/DED) yang baik, dll. Dengan The Dream Team yg kuat dan profesional bisa diatasi badan jalan raya nasional kota Pku-Rengat-Bukit Tinggi yg mau putus yg lokasinya terletak di Desa Kampung Baru Timur Kecamatan Cerenti akibat tebing Sungai Kuantan sudah lama, puluhan tahun dibiarkan longsor (ghuntuah) oleh Pemkab/Pemprov Riau, kondisinya sekarang memprihatinkan, beberapa rumah penduduk lokal dapurnya sudah menyatu dgn tebing (topian) sungai Kuantan, janganlah sampai nyawa penduduk melayang.

Juga Bupati dan Wakil Bupati Kuansing yang baru terpilih dalam menjalankan tugas-2 pemerintahan dan kemasyarakatan, kita berharap beliau-2 ini dekat dengan para ulama dan para ilmuan dan akademisi (para pakar) sehingga dinamika pembangunan daerah terarah dan terukur capaian kemajuannya.

Semoga lahirnya pemimpin baru Kuansing dalam pemberitaan-2 (news) di media massa seperti di koran-2, majalah, radio dan tv serta media sosial lainnya tidak muncul lagi “badnews” seperti maraknya KKN (korupsi) para elite politik dan birokrasi tidak ada lagi (sirna) diberitakan dalam masa 5 tahun ke depan. Juga tidak ada lagi berita-2 yg menggemaskan kita yaitu pengrusakan ekosistem DAS dan hutan oleh penambang emas liar PETI yg membahayakan kesehatan dan merenggut nyawa penduduk tidak terdengar lagi di kampung halaman.

Juga harus selalu dijaga bahwa Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kuansing bukan saja akrab, sinergi-harmoni dan bekerjasamanya diawal-awal memulai roda pemerintahan saja, tetapi juga beliau berdua itu jangan lagi “pecah kongsi” di pertengahan jalan, kita berharap kepemimpinan baru ini tetap berkongsi sampai mereka mengakhiri masa tugasnya 5 tahun ke depan. Ingat pasangan Bupati dan Wakilnya adalah dwitunggal dalam mengemban amanah rakyat.

Ekonomi rakyat berbasis gotah (karet) dan pertaniantanan pangan, khususnya para panakiak (penyadap) gotah tidak lagi mengalami harga gotah (lateks dan gotah boku) yang murah lagi pada 15 kecamatan 11 Kelurahan dan 218 desa yg ada di Rantau Kuansing (data per Juli 2012), karena sekarang sudah ada inovasi sistem kelembagaan “sistem pemasaran karet pola 4-S”, yang alhamdulillah sudah menampakan keberhasilannya di 6 kecamatan, dimana tingkat harga jual karet per kg dari para panakiak gotah, sekarang jauh lebih tinggi daripada tingkat harga yg dibeli para tengkulak (tauke).

Baca :  Ungkapan Keprihatinan: Hancurnya Ekosistem DAS Kuantan Riau

Ini yang paling penting 5 tahun ke depan tidak ada lagi Kades dan warga masyarakat desa Kuansing yang ditangkap dan dimasukkan ke sel tahanan gara-2 membela kepentingan rakyatnya tanpa ada jaminan perlindungan dari Bupatinya. Kemudian tidak ada lagi kedengaran oleh kita cengkraman para oligarki (pengelola Kebun Sawit besar spt PT Duta Palma Nusantara dll) mempersempit ruang gerak masyarakat lokal dalam mencari nafkah dan mereka membuat perangkap-2 dgn pajangan eskavatornya. Dan ini yang teramat penting hadirnya negara dan Pemerintah membela dan menyelesaikan masalah-2 yg menimpah rakyatnya, terutama dalam hal pengembangan ekonomi rakyat.

Terakhir yang juga teramat penting lagi adalah penegakan hukum (law enforcement) di masyarakat berjalan secara berkeadilan, tanpa pandang bulu, dan hukum berjalannya janganlah karena uang (money, wabil fulus) tapi benar-2 hukum itu ditegakkan berdasarkan peraturan-2 itu sendiri atas keyakinan kepada Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT. Misalnya untuk penanggulangan PETI bukan lagi alat Dompengnya dibakar, dibumi-hanguskan, akan tetapi manusia2 yang berbuat kriminal (para penjahat lingkungan) itu yang wajib ditangkap dan kemudian perkaranya dibawa ke sidang peradilan yg fair, jangan diambangkan dan atau di SP3kan !. InsyaAllah akan terjadi effek jera, sehingga kegiatan PETI tidak muncul lagi di tengah-2 daerah Rantau Kuansing. Kemudian sumberdaya manusia di birokrasi SKPD/OPD terkait bidang ekonomi bersegeralah mencarikan mata pencaharian alternatif (lively hood) penduduk lokal, dan ini bisa dikerjakan bersama, sebab potensi agribisnis, agroindustri dan agrowisata tersedia sangatlah besar di daerah kita rantau Kuansing, yang hingga saat ini belum dikelola optimal.

Selamat pagi buat para Sahabat Forkom IKKS se Indonesia, Assalamualaikum…, Semoga renungan pagi, sampai hendaknya pesan moral ini masuk ke jantung kekuasaan (the ruling party) Pemerintahan Kab. Kuansing Prov.Riau.

Ingat moto Rantau Kuansing yakni:
“Basatu nagori maju, Tali tigo sapilin”
Salam kayuah, nagori Pacu Jaluar”
(maju torui/go a head !, janganlah jalan di tompek, apo lai baliak ka balakang..itu calako kato hadist nabi Muhammad SAW).
InsyaAllah kemunculan tulisan ini bisa membawa manfaat, jika ada yg kurang berkenan ambo mohon maaf.

Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong kita- hamba-2Nya yang soleh dan gemar berbuat kebajikan. Syukron, barakallah.
Wabillahit taufiq wahidayah wr wb.

Wassalam.
Penulis adalah orang asal Cerenti Kuansing Riau mukim di Ciawi Bogor; Pendiri-Dosen/Assosiate Profesor pada program studi Agribisnis Universitas Djuanda Bogor, Konsultan di K/L; Aktivis beberapa Ormas di Bogor dan Nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *