No Viral No Justice, Kapolri: Untuk Evaluasi Perbaiki Diri

oleh -305 views
No Viral No Justice, Kapolri, Evaluasi, Perbaiki Diri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi analisis dan evaluasi Itwasum Polri di Yogyakarta, pada Jumat, 17 Desember 2021 [File: Div Humas Polri]

JAKARTA (LEAD.co.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merespons sejumlah tagar kritik terhadap Korps Bhayangkara yang viral di media sosial akhir akhir ini. Dia meminta agar fungsi pengawasan dapat dijalankan dengan lebih kuat lagi.

“Muncul fenomena No Viral No Justice. Jadi kalau tidak diviralkan, maka hukum tidak berjalan,” sebut Kapolri saat memberikan arahan dalam rapat koordinasi analisis dan evaluasi Itwasum Polri di Yogyakarta, pada Jumat (17/12/2021).

Dia menegaskan bahwa kritik tersebut merupakan waktu bagi organisasi untuk memperbaiki diri, berbenah dan memberikan yang lebih baik. “Untuk memenuhi harapan masyarakat,” tambahnya.

Baca :  Sukses Amankan KTT ASEAN 2023, BEM Se-Kalbar Apresiasi Kapolri

Kapolri juga menyinggung muncul fenomena #PercumaLaporPolisi hingga #1Hari1Oknum yang merupakan bentuk dari penilaian masyarakat terhadap organisasi Polri.

“Akhir-akhir ini muncul banyak sekali fenomena yang muncul di media sosial yang tentunya ini juga menjadi bagian yang harus kita cermati,” kata Listyo dalam arahannya yang disiarkan dalam YouTube Divisi Humas Polri.

Kemudian, ia juga menyinggung fenomena publik terkait penanganan kasus yang tak dilakukan kepolisian jika tidak viral di media sosial. Hal itu tertuang menjadi tagar #ViralForJustice.

Listyo menjelaskan, fenomena tersebut membuat warganet membagikan perbandingan penanganan kasus-kasus yang telah diviralkan berbeda dengan yang dilaporkan dalam kondisi biasa.

Baca :  Maklumat Kapolri tentang FPI Mengancam Kemerdekaan Pers

“Mereka melihat bahwa yang diviralkan kecenderungannya akan selesai dengan cepat. Ini tentunya adalah fenomena yang harus kemudian kita evaluasi kenapa ini bisa terjadi,” tambah dia.

Atas hal itu, dia meminta agar jajaran pengawasan di kepolisian dapat menangkap fenomena tersebut untuk kemudian dijadikan sebagai bahan evaluasi.

Mantan Kabareskrim Polri itu juga meminta agar jajaran anak buahnya dapat menerima semua persepsi yang muncul di publik terkait dengan kinerja kepolisian.

Sebagai informasi, sejumlah kontroversi terkait kinerja Polri kerap muncul sepanjang 2021 ini. Meski demikian, hasil survei Indikator Politik memaparkan bahwa, kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 80,2 persen. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak delapan tahun terakhir.

Baca :  Sambut Baik Arahan Kapolri, MMP Siap Kawal Penyaluran Bansos

Kasus yang belakangan mencuat ialah saat cerita seorang mahasiswi, Novia Widyasari yang meninggal bunuh diri karena dipaksa aborsi oleh Bripda Randy Bagus Hari Sasongko viral di media sosial.

Kemudian, sempat mencuat juga anggota Polsek Pulogadung, Aipda Rudi Panjaitan yang menolak laporan warga korban pencurian. Kasus-kasus tersebut sudah diusut secara internal oleh Korps Bhayangkara.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Humas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *