P4S Lau Kawar: Semangat Milenial Petani Samboja Kutai Kartanegara

0

LEAD.co.id | Jumanan Tarigan, merupakan salah satu pengelola Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Lau Kawar, di kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim). P4S Lau Kawar ini dibentuk pada tahun 2012 berdasarkan SK dari Balai Pelatihan Pertanian Sempaja Kaltim No : 903/ 39/ SK/ Bapeltan/ APBD/ XII/ 2012.

Lembabga P4S merupakan binaan Pusat Pelatihan Pertanian (Puslatan) Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan). Seperti diketahui, P4S Lau Kawar ini juga pernah mendapatkan bantuan program CFSKR dari BPPSDMP KEMENTAN berupa sarana dan prasarana pelatihan dan bantuan Program Pemberdayaan Petani.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian BPPSDMP Kementan Bustanul Arifin Caya menyampaikan, P4S merupakan mitra kerja pemerintah yang memiliki fungsi dalam pemberdayaan petani dengan menyebarkan dan menyampaikan informasi teknologi yang berorientasi agribisnis kepada petani dàn pelaku usaha pertànian di perdesaan.

Baca :  Kenormalan Baru, Karantina Pertanian Awasi Produk Ekspor CPO

“P4S perlu kembangkan pelatihan dan permagangan supaya lebih memberikan manfaat kepada pelaku utama, pelaku usaha dan masyaràkat lainnya,” jelas Bustanul kepada tim redaksi LEAD.co.id, pada Sabtu (19/1/2019).

Pada awalnya P4S Lau Kawar mempunyai komoditas unggulan Budidaya Ikan Lele, namun seiring dengan berjalannya waktu, Tarigan menambah beberapa komoditi pada kebun P4S Lau Kawar yang luasnya kurang lebih 3 hektar (ha), sehingga pada tahun 2014 oleh FK-P4S Kaltim menjadikannya sebagai model untuk Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu yang diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim.

Baca :  DPR RI dan LAPMI Dukung Penyelenggaraan Asuransi Pertanian

Dengan semangat milenial yang dimiliki Tarigan, dalam waktu 7 tahun P4S Lau Kawar menjadi P4S yang padat melakukan pelatihan, magang dan kunjungan. P4S Lau Kawar juga banyak bermitra dengan perusahaan batubara, SMK, perguruan tinggi dan tentunya dengan pemerintah. Komoditi yang diajarkan selain ikan lele adalah ternak ayam, ternak sapi, tanaman perkebunan dan pertanian organik.

Dalam mengelola P4S Lau Kawar, Tarigan memperoleh penghasilan yang cukup lumayan tinggi dalam kategori pendapatan harian yang didapat dari usaha ayam petelur 1,8 juta rupiah, pendapatan mingguan dari telur asin 1 juta, pendapatan 2 mingguan sawit 5 juta.

Baca :  Slamet Wuryadi, Penggerak Petani Milenial Melalui Pusat Pelatihan Petani

Selain itu, pendapatan bulanan karet 1 juta pendapatan per 3 bulan ikan 25 juta, pendapatan per 6 bulan nenas 20 juta, dan pendapatan tahunan dari ternak sapi 70 juta. Pendapatan ini adalah penghasilan kotor karena belum dikurangi biaya pengeluaran dari setiap komoditi.

Adapun pendapatan lain di luar dari usaha perikanan, peternakan dan perkebunan adalah usaha jasa pelatihan di P4S. Menurut Tarigan, dalam satu tahun bisa menghasilkan Rp. 300 juta.

Reporter: Aru Prayogi
Editor: Fardiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here