PB HMI: Pasca Orde Baru, 5.0 Adalah Era Baru Indonesia

0

LEAD.co.id | Institute Indonesia Local Policy Studies (ILOS) menggelar diskusi bertajuk “Generasi Milenial Bicara Orde Baru” bersama Ketua Umum Cipayung Plus. Turut hadir dalam acara Ketua Umum PB HMI, KAMMI, LMND dan perwakilan dari KMHDI.

Ketua Umum PB HMI Respiratori Saddam Al jihad mengatakan bahwa Indonesia telah mengalami masa transisi politik pada 20 tahun silam. Gerakan mahasiswa waktu itu telah berhasil melengserkan Presiden Soeharto sebagai simbol otoritarianisme.

“20 tahun silam kita telah berhasil memenangkan reformasi, dan jalan menuju Indonesia baru belum terwujud dengan baik. Karena road map reformasi belum matang digodok waktu itu, “ujar Saddam di Restoran Bumbu Desa Cikini, Jakarta Selatan, Senin (28/1/2019).

Baca :  PB HMI Apresiasi Langkah Cepat BIN, TNI dan Polri Dalam Penanganan Covid-19

Ia menilai bahwa rezim orde baru terbukti gagal menciptakan ruang publik yang kondusif bagi masyarakat. Di sektor penegakan hukum juga terbilang tumpul bagi pelaku korupsi.

“Kita akui bersama bahwa kemenangan gerakan mahasiswa saat itu tidak seimbang dengan tujuan yang ingin dicapai. Reformasi hanya selesai saat Soeharto tumbang, dan laten korupsi masih melekat ditubuh kekuasaan, “ungkapnya.

Saddam berharap pasca reformasi bergulir, Indonesia mampu menjadi negara yang kuat secara sistem hukum, politik dan ekonomi.

“Yang paling fundamental bagi negara ini adalah tegaknya hukum, dan penguatan pada sektor keamanan. Terakhir perekonomian negara harus kuat agar tidak di marginalkan oleh dunia internasional. Apapun kondisi yang terjadi di masa lalu kita patut mengucapkan terima kasih atas dedikasi Bapak pembangunan Nasional Indonesia, Soeharto,” paparnya.

Baca :  KAHMI Tegaskan Saddam Al Jihad Tetap Ketua Umum PB HMI

Saddam menambahkan, Indonesia perlu mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju di Dunia. Misalkan di jepang telah menerapkan era 5.0.

“5.0 adalah suatu era yang baru untuk mengintegrasikan berbagai sistem politik, hukum, keamanan dan ekonomi yang terangkum dalam big data. Terutama organisasi mahasiswa yang mesti terhubung (Konektivitas Organisasi) diantara satu dengan lainya, ini akan terealisasi jika kita bisa bersatu,” tukasnya.

Selain itu Ketua Umum KAMMI, Irfan Ahmad Fauzi menyatakan bahwa, organisasi kami memiliki semangat perubahan dan cita-cita yang sama untuk mewujudkan reformasi.

Baca :  Terdampak Covid-19, HMI Minta Kampus Tangguhkan SPP bagi Mahasiswa

“KAMMI lahir atas semangat reformasi dan cita-cita kami ingin indonesia berubah ke arah yang lebih baik. Intinya semangat kami sama dengan teman-teman sejuang lainya,”cetus Irfan. (Dzul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here