Perpanjangan PSBB Kota Bogor Dinilai Tidak Efektif

0
Psbb, Kota Bogor, Covid-19
PSBB di Kota Bogor

LEAD.co.id | Perpanjangan masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bogor dinilai tidak efektif. Hal ini di ungkap oleh Ketua LSM Mitra Rakyat Bersatu (MRB), Jamal Nasir, melalui keterangan pers, Minggu (3/5/2020).

Jamal menilai, kinerja penanganan penyebaran Covid-19 oleh Pemerintah Kota (pemkot) Bogor tidak signifikan. Hal itu karena, penyampaian edukasi yang dilakukan oleh Walikota Bogor, Bima Arya tidak menyentuh ke masyarakat arus bawah terkait dampak Covid-19 ini.

Ia melanjtkan, masyarakat diimbau untuk mengikuti aturan di masa darurat kesehatan nasional ini sesuai Undang-undang (UU) no. 6 tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, kemudian diaktualisasikan ke dalam Permenkes no. 9 tahun 2020 dan PP no. 21 tahun 2020 tentang PSBB bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19. Konsekuensi penerapan itu membuat pemerintah berkewajiban memenuhi apa yang menjadi hak masyarakat dalam proses kekarantinaan kesehatan.

Baca :  Presiden Perdamaian Dunia Minta Jokowi Akhiri PSBB

“Dalam UU no. 6 tahun 2012 bab 2 pasal 4, bahwa pemerintah pusat/ daerah bertanggung jawab melindungi kesehatan masyarakat dari penyakit dan/ atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat melalui penyelengaraan kekarantinaan kesehatan, dimana kekarantinaan kesehatan dilakukan melalui karantina kesehatan di rumah sakit, rumah dan di wilayah,” jelasnya.

Atas hal itu, ia berharap perpanjangan PSBB ini, pemerintah betul-betul melakukan langkah yang kongkrit, agara penyebaran virus ini dapat ditangani secara maksimal.”Mengacu pada gagalnya PSBB pertama hingga dilakukan perpanjang kembali,” pungkasnya.

Baca :  Catat !, Kota Bogor Lanjutkan PSBB Sampai 2 Juli 2020

Reporter : Wawan Supriatna
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here