Perusakan Pesantren Assunnah Lombok Timur, Masyarakat Diminta Tenang

oleh -473 views
Perusakan, Assunnah, Pesantren Assunnah, Lombok Timur, Masyarakat Tenang
Kepolisian saat mengamankan lokasi perusakan di pesantren Assunnah, Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, pada Minggu, 2 Januari 2021

NTB (LEAD.co.id) – Sekitar 100 massa telah melakukan perusakan dan pembakaran fasilitas di pesantren Assunnah, Bagek Nyaka, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Minggu dini hari (2/1/2022).

Akun Syifa Channel menyebutkan, aksi penyerangan dan pembakaran Masjid dan Markas Assunnah tersebut terjadi pada Minggu, pukul 3.00. Dalam kejadian tersebut, sejumlah kendaraan dikabarkan telah dirusak dan masjid dibakar.

Kejadian itu diduga buntut dari menyebarnya video ceramah ustadz Pesantren Assunnah, Mizan Qudsiah yang dinilai mendiskreditkan makam leluhur di Lombok. Mizan telah mengklarifikasi bahwa video tersebut telah dipotong oleh orang yang tidak bertanggung-jawab.

Merespons itu, Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) mengimbau masyarakat untuk menahan diri dengan tidak membuat dan menyebar konten-konten provokatif agar konflik tidak meluas.

Baca :  Bendungan Bintang Bano Diresmikan, Bermanfaat bagi Petani

“Kita menolak cara-cara kekerasan, pembakaran, atau bentuk teror lainnya dalam merespons perbedaan pendapat,” kata Presidium MN KAHMI, Viva Yoga Mauladi dalam keterangan tertulisnya, pada Senin (3/1/2021).

Pihaknya juga meminta keluarga besar KAHMI dan HMI di NTB untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah setempat dan seluruh elemen masyarakat demi terciptanya kondusifitas di daerah tersebut.

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyatakan prihatin dengan kejadian tersebut. Dia juga meminta semua pihak untuk menahan diri dan mendorong agar kasus ini segera dituntaskan.

“Tindakan sekelompok orang yang main hakim sendiri merusak pesantren dan harta benda milik orang lain tidak bisa dibenarkan dan jelas merupakan pelanggaran hukum,” tegas Menag Yaqut di Jakarta, pada Senin (3/1).

Baca :  PSI Bogor Kecam Perusakan di Tumaluntung, Harus Ditindak Tegas

Menag Yaqut meminta aparat keamanan untuk mengusut kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. Di juga meminta Kemenag setempat untuk segera melakukan langkah-langkah proaktif agar kasus ini segera tuntas.

“Dalam waktu dekat kami akan mengambil keterangan dari berbagai pihak terkait permasalahan tersebut baik kasus perusakan dan video ujaran kebencian tersebut,” ungkap Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto.

Akibat video yang menyinggung makam leluhur tersebut, sejumlah organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan warga juga telah mendatangi Polda NTB untuk menyampaikan keberatannya.

Atas hal itu, Polda NTB meminta warga untuk tenang dan tidak melakukan tindakan anarkis karena dapat mengganggu jalannya proses penegakan hukum yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Baca :  HMI Sulteng : Perusakan Rumah Ibadah Tumaluntung Harus Menjadi Pelajaran

Untuk menjaga Kamtibmas, kepolisian telah melakukan pengamanan ekstra di Markas As-sunah dan lokasi pembangunan masjid Imam Asy Syafi’i serta rumah Sunardi selaku ketua pembangunan Masjid tersebut.

Selain itu, lanjut Artanto, kepolisian segera melakukan penggalangan terhadap tokoh masyarakat, tokoh agama agar tidak terprovokasi dan melakukan pengamanan dari Sabhara Polres dan kompi Brimob.

“Sekali lagi kami imbau, agar warga tetap tenang, dan jangan melakukan tindakan-tindakan yang dapat mengganggu jalannya proses yang kami lakukan,” pungkasnya.

 

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *