LEAD.co.id | Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sinjai mengecam pernyataan Hamdan Zoelfa yang mengintervensi internal PB HMI dalam Rakornas II Korps Alumni HMI (KAHMI), di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jum’at (30/8). Menurutnya, pernyataan tersebut sangat keliru, dan menyesatkan kader HMI yang masih berkecimpung di kepengurusan.
“KAHMI dan HMI merupakan kelembagaan, masing-masing mempunyai struktural dan aturan tersendiri atau yang di sebut AD/ART, jadi tak perlu terlalu jauh masuk sampai ada tekanan/intervensi ke dalam internal PB HMI, cuma karena bawa kepentingan pribadi saja,” tegas ketua umum HMI Cabang Sinjai, A. Anis melalui siaran pers, Sabtu (31/8/2019).
Seharusnya, lanjut Anis, para senior-senior yang tergabung dalam MN KAHMI lebih dewasa menyikapi konfilik yang terjadi di tubuh PB HMI, serta mendukung dan menfasiliatasi dalam setiap kegiatan, bukan malah ikut dalam konflik internal PB HMI.
“KAHMI mempertontongkan sifat arogansinya kepada kader HMI,” tambahnya.
Atas hal itu, Ketum HMI Cabang Sinjai ini curiga dengan sepak terjang Hamdan Zoelva. Karenanya, lanjut Anis, Hamdan merupakan salah satu tokoh yang terlibat terpecahnya HMI tahun 1983 antara HMI DIPO dan MPO.
Bahkan, dirinya juga mengungkap luka lama, dimana Hamdan Zoelfa bersama Egi Sugiana saat itu mendirikan HMI MPO dengan asas Islam dan Harry Ashar Azis tetap kokoh mempertahankan asas pancasila yang lebih dikenal HMI DIPO. “Saya curiga keberpihakan Hamdan Zoelfa ikut mengacak acak PB HMI,” ujar Anis.
Untuk diketahui, dalam Munas KAHMI 2017, Kamrusamad berhasil meraih 431 suara dari total 447 Majelis Wilayah dan Majelis Daerah KAHMI di seluruh indonesia. Dirinya berhasil mengungguli Ade komaruddin yang meraih 421 suara, Ahmad Riza Pratia (365 suara), Ahmad Dolly Kurnia (334 suara) dan Viva Yoga (331 suara), Harry Ashar Asis (326 suara), R. Sitti Zuhro (300 suara), Herman Khoeron (268 suara), dan sigit Pamungkas (257 suara).
Menurut Anis, pada perhelatan Munas KAHMI tahun 2017 tersebut, Hamdan Zoelfa tidak pernah dilibatkan namanya dalam hasil Munas KAHMI. Atas hal itu, dirinya meminta KAHMI menjadi teladan untuk adik adkinya, dan berhenti memecah belah HMI.
“Sebaiknya alumni berhentilah memecah belah keluarga besar hijau hitam. Sebagai senior mestinya jadi teladan yang baik bukan malah menciptapkan kebencian bagi adik-adiknya,” tutup Anis. (Ul)





