Regenerasi Personil ICMI Sebuah Keniscayaan

0
Apendi Arsyad, Regenerasi, ICMI
Dr. Apendi Arsyad, Pimpinan Sidang RPD MPW/ICMI Orwil Khusus Bogor

Oleh: Dr.Ir.H. Apendi Arsyad, MSi

Terima kasih adinda Audillah (aktivis MD Kahmi Bogor) atas apresiasinya yang telah menyatakan ‘sukses ICMI Bogor’ menyelenggarakan Rapat Pleno Diperluas (RPD) MPW ICMI Orwil Khusus Bogor di Ballroom ICC-IPB (Botani Square) Kota Bogor, Ahad 2 Agustus 2020 yang baru lalu.

Alhamdulillah..
rapat pleno dihadiri lk 40 orang ikut secara offline dan lk 30 orang secara virtual (online). Pemaparan gagasan dan informasi dari Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor Prof.Dr. Arief Satria (ASA) dengan begitu menginspirasi dan menarik. ASA mempresentasikan eksisting masyarakat industri 4.0 dan tantangan kehidupan masyarakat bangsa yg tengah menghadapi era VUCA Characteristics (Volatility, Uncertainty, Complexity and Ambiquity). Dalam menghadapi era dan suasana VUCA ini, ICMI diharapkan bisa berperan strategis paling tidak sebagai (1) sumber inspirasi dan inovasi (kiblat); (2) rumah besar ummat Islam; (3) program aksi dan solusi bagi kemajuan ummat dan bangsa; dan (4) intrumen integrasi ummat dan bangsa serta NKRI dalam menghadapi tantangan dan kebutuhan masyarakat di era millienial abad ke 21 kini dan yang akan datang ini (zaman Now).

Berbagai tanggapan bermunculan dalam sesi tanya-jawab. Kegiatan diskusi RPD-MPW berjalan dinamis, saling mencerahkan, juga menggugat dan mengkritisi keadaan saat ini yg serba “paradoks dan anomali”, dan banyak harapan2 dan aspirasi yang disampaikan para peserta utusan rapat pleno kepada pimpinan ICMI. Mereka, antara lain ada beberapa orang penanggap seperti peserta offline (hadir di ballroom ICC-IPB): Prof.Didin S Damanhuri (Penasehat) soal regenerasi dan peran Cendekiawan haruslah tetap kritis merespon kondisi, jangan diam (tiarap); Dr.Ending Badruddin (Waka Dewan Pakar dan baru mengakhiri jabatan Rektor UIKA Bgr) bicara ICMI sebagai intrumen integrasi ummat dan inovasi pendidikan; Dr.Syahrowi (Waka MPW) soal revitalisasi organisasi MPW ICMI Orwilsus Bgr perlu mengangkat Ketua Harian, Dr M Fauzi Sutopo (Waka MPW) yang melontarkan kritik2an yg cukup keras dan tajam tentang ‘kezholiman’ regim berkuasa saat ini; Ir H.Abidin Said (Sekwanhat) bicara soal disorientasi pendidikan dasar (SD) yang berbau komersialisasi; Dr.Hj Tience Darmayanti (Waka dan mantan Ketua Batom Alisah Khadijah ICMI Orwilsus Bogor) membahas soal nasib UMK era pandemi Covid 19 dan juga masalah teritorial ICMI Orwilsus Bogor, Dr.Rimun Wibowo (Wasek) berharap ICMI berperan salam meredam dan mereduksi konflik2 sosial (vertikal dan horizontal) yg eskalasinya meningkat belakangan ini; Dr Fri Suhara (Korda ICMI Kota Bgr) mengingatkan para aktivis ICMI rajin berdakwah dan menulis gagasan keislaman; Drs. S Ramelius (Korda ICMI Cibinong) yg juga seniman pembaca puisi menginformasikan bahwa ICMI Orsat Cibinong berhasil menjalankan program ketahanan pangan melalui membudidayakan tanaman Alpukat unggulan ribuan hektar untuk ekspor; Drs.H.Djufri Djamaludin (Korda ICMI Bobar) soal kaderisasi Orda dan Orsat2 serta pemekaran wilayah pemerintahan Bobar, dll.

Sedangkan peserta RPD-MPW secara online (rapat virtual) yg menanggapi Prof.Euis Sunarti (Wankar) membahas permasalan RUU Pembinaan Keluarga dan ancaman LGBT; Dr.Iwan Ruswandi (MPW) soal kedaulatan pangan bangsa.
Simpulan dari diskusi telah mengungkapkan beberapa gagasan cerdas, agar ICMI berperanserta dalam pengembangan program ketahanan pangan daerah dan nasional untuk menghadapi pandemi Covid 19, antisipasi ancaman LGBT, mencari solusi adanya distorsi dan disorientasi dunia pendidikan dasar dan menengah yg semakin jauh dari hakekat dan makna sistem pendidikan, kompleksitas permasalahan penguasaan asset2 publik sebagai sumber kemakmuran rakyat bergeser kepemilikan pribadi seperti SDA minerba dan lahan -agraria perkebunan yang kini berada dibawah cengkaraman segelintir pemilik modal besar (kaum oligarky); adanya gejala oligarky kekuasaan politik dan pemerintahan; ketimpangan kehidupan sosial-ekonomi semakin menganga ditandai angka Indek Gini Rasio yg tinggi (0.36-0.42), angka kemiskinan dan pengangguran yg semakin membesar akibat pandemi Covid 19, Badan usaha Koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional tidak bisa berkembang akibat hegemoni para kapitalis yg diberikan hak2 istimewa (privelags) berusaha oleh negara, lemahnya penegakan hukum, perbuatan korupsi aparatur pemerintahan dan penyelenggara negara semakin menjadi-jadi, moral hazard para pengusaha besar, dan banyak lagi issu2 strategis yang lain, yang memerlukan perhatian serius kaum intelektual Indonesia.

Baca :  Perilaku Elite Politik yang Paradoks

Pokoknya ICMI harus ikut serta-aktif dalam merumuskan arah perubahan sosial dengan mencermati kebijakan publik yg tengah disiapkan dan diimplementasikan Pemerintah. Dengan kata lain ICMI haruslah proaktif, jangan pasif dan apalagi abai (permisif) terhadap dinamika perjalanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Sesungguhnya rapat pleno diperluas MPW ICMI Bogor, yg dihadiri pimpinan (Ketua dan Sekretaris) Orda, Orsat dan Badan Otonom se MPW ICMI Orwilsus Bogor, memiliki agenda yaitu:
1. Persiapan untuk menghadapi Muktamar ICMI thn 2020/2021;
2. Menginventarisasi issu2 strategis untuk mempertajam program dan rencana kegiatan (renaksi) MPW ICMI Orwilsus Bogor tahun 2018-2021; dan
3. Merekomendasikan penyegaran personil kepengurusan MPW ICMI Orwilsus Bogor antar waktu tahun 2020-2022 berdasarkan ketentuan AD dan ART ICMI.

Alhamdulillah rapat yg berlangsung dari jam 13.00 wib berakhir jam 15.30 wib, berjalan dinamis dan demokratis, serta mengambil beberapa keputusan, selain mengimplementasikan program aksi ketahanan pangan dll, juga kesepakatan untuk melakukan penyegaran (resufle) personil pengurus MPW ICMI yang dimandatkan sepenuhnya kepada Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor Prof.Arif Satria dalam waktu dekat ini.

Pesan moral dan sekaligus merupakan amanah dari peserta rapat dan harus mendapat perhatian adalah regenerasi kepengurusan MPW, MPD, MPS dan Batom spt Masika dan MKPD di beberapa jenjang, ‘Generasi millenial’ (gen Y dan Z) sudah waktunya harus masuk, diberi peran dan diharapkan banyak mewarnai kiprah ICMI ke depan. Sedangkan generasi ‘Baby Boomer’ yang umumnya para pendiri ICMI mulai bersiap dan memberikan ruang peran dan fungsi yg semakin luas kepada kaum cendekia muda ICMI, dan mereka yang ‘tua-tua’ diharapkan mengambil posisi ” tut wuri handayani” saja. Penggantian dan penyegaran (resufle) personil kepengurusan MPW ICMI, terutama pada level Pengurus Hariannya, mutlak dilakukan demi eksistensi dan kemajuan ICMI ke depan untuk menghadapi berbagai tantangan. ICMI Orwilsus Bogor harus menjaga kesinambungan programnya untuk bisa berkiprah lebih baik di daerah Bogor dan juga di tingkat nasional untuk kemajuan negeri kita ini.

Baca :  Bahaya PSM LGBT bagi Masyarakat, Bangsa dan NKRI (Dirgahayu Indonesia ke 75)

Alhamdulillah rapat pleno diperluas MPW berhasil memutuskan beberapa hal yg bersifat strategis antara lain yang menarik, kita telah memutuskan mendukung dan merekomendasikan Ketua MPW ICMI Orwilsus Bogor add. Prof. ASA untuk diperjuangkan bisa menjadi Ketum MPP ICMI pada forum Muktamar ICMI ke 7 mendatang di Bandung Jawa Barat. Kami.berharap, mohon dukungan adik2 KAHMI dan kawan2 aktivis ICMI di wilayah Bogor dengan solit. Kita saat ini harus peduli untuk memperkuat kelembagaan dan organisasi kecendiawanan muslim (ICMI) ini.

Ingat ummat Islam Indonesia terus menantikan peran dan fungsi ICMI untuk memajukan ummat dan bangsa serta memperkuat NKRI yg damai, adil dan makmur. Terlebih dalam kehidupan kebangsaan dan kenegaraan kita hari ini, NKRI sedangkan menghadapi tantangan yg cukup berat dan serius. Salah satu diantaranya adanya gejala kebangkitan kembali ideologi komunisme/new-PKI dan new-Nasakom yg ada di RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) yang pernah muncul ‘diam2’ di forum persidangan DPR RI di masa pandemi Covid 19. Atas kesigapan pimpinan ulama (MUI) se Indonesia dan Ormas Islam (NU, Muhammadyah, Kahmi, FPI, DDI, Al Irsyad, Mat’ul Anwar, dan banyak lagi Ormas yg lain) yang menolak dengan tegas RUU HIP yang sesat tersebut. Kita berharap RUU yang melabrak Pembukaan UUD 1945 hasil konsensus nasional tgl 18/8-1945 yg disyahkan dalam sidang PPKI tidak muncul lagi. Kepedulian dan kewaspadaan harus kita tingkatkan. Saya berkeyakinan jika 3 pilar komponen utama NKRI seperti ummat Islam Indonesia dibawa komando ulama, alat bela negara Tentera Nasional Indonesia (TNI) dan kaum Cendekiawan (ilmuan dan pakar) Indonesia solit dan terkonsolidasi dengan baik, insyaAllah ideologi komunisme/new-PKI yang pernah berkhianat pada NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tidak akan bisa bangkit kembali di negeri ini. Oleh karena itu kaum Cendikiawan Indonesia, yang soko gurunya ICMI sebagai elemen mayoritas di negeri ini haruslah terorganisir dan terkonsolidasi dengan baik. ICMI dengan dengan program 5 K (lima kualitas) ICMI yaitu: Peningkatan kualitas imtaq, pikir, kerja, karya, hidup dan keluarga sakinah mawaddah warrohmah, akan berperan penting dalam membangun NKRI yg berperadaban maju dan modern. 5K ICMI merupakan Long March perjuangan ICMI dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (NKRI) yang telah diwariskan para Cendekiawan Muslim Indonesia yang mumpuni alm.Prof.BJ Habibie, alm. Letjen Purn Ahmad Tirtosudiro, alm.KH.Soleh Iskandar, alm.KH Istikhori, alm.KH.Hasan Basri, alm. Adi Sasono, alm. Dr.M Amin Azis, alm.Prof.A Azis Darwis, alm. Prof.Sjafri Mangkuprawira, alm.Prof.Soleh Solahuddin, dan banyak lagi yg lainnya. Mereka telah mewaris seperangkat sistem organisasi dan kelembagaan ICMI serta pengalaman pengabdiannya yang sukses mengantarkan bangsa Indonesia dalam menghadapi era transisi- reformasi untuk masuk ke alam demokrasi sebagai negara moderen, serta NKRI tetap utuh dan bersatu, tidak terjadi perpecahan. Islam dan demokrasi bisa bersinergi dan saling memperkuat kehidupan bernegara dibawa kepemimpinan Presiden RI ketiga bpk Prof.BJ Habibie/Ketum ICMI tahun 1990-2000.

Baca :  Aku Bangga Sebagai Alumni SMPPN No.49 Kota Pekanbaru

Saya kira potensi cendekiawan muslim dari Bogor, yang merupakan Orwil Khusus satu2nya di Indonesia saat ini, kita memiliki asset SDM yg berkualitas, yang bisa kita promosikan ke kawan2 MPW ICMI daerah2 lainnya di Indonesia.
Sekarang ICMI sdh seharusnya rela dan ikhlas melakukan proses regenerasi secara gradual, dengan melanjutkan estafet kepemimpinannya (baik daerah, wilayah dan maupun nasional) dengaj rela dialihkan kepada para kader millenial untuk menghadapi era industri 4 0 yg bersifat penuh ketidakpastian (deskruptif era) yg saat ini tengah berlangsung, dan NKRI tengah mendapatkan anugerah bonus demografi, sehingga berpeluang besar masuk dalam kategori negara maju (developed country).

Kita menyadari secara alamiah mengikuti sunnatullah, bahwa gelombang perubahan tidak bisa diabaikan dan dilawan, jika sustainability ICMI ingin dipertahankan dan dilestarikan. Perubahan lingkungan strategis begitu banyak, cepat dan drastis yg perlu diantisipasi dan menuntut proses adaptasi, ICMI harus ikut merumuskan arah perubahan itu untuk kebajikan dan kemaslahatan ummat dan bangsa, jika tidak mau ketinggalan atau ditinggalkan oleh elemen2 bangsa yang lain di negeri ini. Sudah waktunya, Generasi para Pendiri “surut ke belakang” karena secara alamiah mereka kini sebagian sudah dan sedang memasuki masa usia “pensiun”, bahkan sudah banyak berpulang kerahmatullah mendahului kita. Walaupun dalam arena perjuangan, kata orang bijak bagi seorang mujahid (pejuang) tidak ada kata pensiunan atau masa istirahat untuk berbuat kebajikan “amar makruf nahi mungkar”. Namun dalam praktek faktor umur dan tenaga tidak bisa kita pungkiri perlu adanya regenerasi kepemimpinan ICMI di semua level untuk menambang energi baru yang lebih kuat.

Penyegaran personil Majelis Pengurus ICMI seharusnya dikerjakan dengan berbagai persiapan seperti “diklat pengkaderan” ala ICMI, dulu dikenal dengan nama kegiatan “Sosi ICMI”, Trainning Kesekretariatan ICMI nasional dan saya pernah mengikutinya, kegiatan FGD ICMI, Semnas ICMI, turba ke Orsat2 untuk pendampingan program, dll.

Sebagaimana kita ketahui bersama, Prof.ASA saat ini menjabat Rektor IPB yg juga mengemban amanah sebagai Ketua Forum Rektor se Indonesia, maka perkiraan saya, Prof. ASA berpeluang besar bisa diterima oleh kalangan ICMI muda maupun kaum tua-para pendiri ICMI se Indonesia, insyaAllah kita berikhtiar untuk hal tersebut.

Kita tentunya akan berusaha sekuat tenaga untuk mensosialisasikan niat baik dan mulia ini kepada kawan2 ICMI. Untuk itu, mohon bantuan dan dukungan adinda Dillah dkk untuk mensosialisasikanya “ide2 besar” dari Bogor untuk Indonesia.

Demikian narasi singkat hasil Rapat Pleno Diperluas MPW ICMI Orwilsus Bogor tempo hari. Semoga Allah SWT selalu melindungi dan menolong hamba2Nya yang Soleh, beriman-bertaqwa dan selalu berbuat kebajikan dan kemaslahatan…Amin3 YRA.

Wabillahit taufiq walhidayah
Wassalam Wr Wb…

Penulis adalah Pimpinan Sidang RPD MPW/Pendiri ICMI dan saat ini Waka Bid Orlem MPW ICMI Orwilsus Bogor, Pendiri-Dosen Universitas Djuanda Bogor).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here