Padahal STMJ makna yang sebenarnya dari orang Malang, seperti saya mampir di warung angkringan di daerah wisata Songgoroty Batu Malang, makna STMJ adalah menu yang menyehatkan yakni air campuran Susu Telur Madu dan Jahe, enak dan lezat rasanya serta menyehatkan, menghilangkan pegel-nyilu di badan.
Tapi oleh orang munafiqun maknanya, ternyata diplesetkan menjadi lain, yaitu menjurus perbuatan maksiat yang berjalan terus tanpa henti hingga kini, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) yang musuhnya Gerakan Reformasi tahun 1996.
Para munafikun itu, apabila berjanji, mengingkari, apabila berkata suka berbohong, dan apabila diberi amanah berkhianat, bukan berusaha sebagai pemenang, tetapi melainkan pecundang.
Salah satu perbuatan maksiat yang marak dan kian berkembang biak hingga kini, zaman now di lingkungan elite politik dan birokrasi Pemerintahan adalah korupsi.
Lihat itu, pekerjaan KPK hampir setiap kurun waktu, petugas KPK menangkap OTT para pejabat dan pengusaha, yang berbuat korupsi, sogok-menyogok, suap- menyuapkan dan gratifikasi yang diharamkan agama dan hukum nasional.





