Renungan Akhir Pekan: ICMI seimbang Reflektif dan Praxis

oleh -1,172 views
Apendi Arsyad, ICMI, Saran

Salah satu ciri Cendekiawan Muslim (ulil albab) adalah selain gemar berpikir, juga memiliki kepedulian (awareness) terhadap nasib umat, bangsa dan negara. Kita boleh punya berbagai profesi dan mata pencaharian, tapi jangan lupa peduli. Sikap peduli itu merupakan salah satu butir Kode Etik ICMI.

Gerakan kerja-kerja sosial kemanusiaan ICMI harus seimbang antara Reflektif dan Praxis. Itulah Khittah ICMI yang sesungguhnya.

Janganlah kita di ICMI berwacana terus dengan tema2 masyarakat industri 4.0, tapi apa dan bagaimana action plan and action programe, berupa perbuatan nyata yang kongrit dan membumi (dowm to erth), berdampak terukur, dan kita sekarang menghadapi guncangan dan ketidakpastian di era desrupsi, yang bercirikan masyarakat VUCA, yang menuntut kerja cerdas, keras dan kerja ikhlas karena Allah SWT semata.

Baca :  Rusaknya Mutu Pendidikan Tinggi, Akibat Hilangnya Karya Ilmiah

Hayyo mari kita rapatkan barisan ICMI yang teratur dalam Pengabdian ICMI, sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat As Saff. Ingat puncak kemuliaan itu amal sholeh, ikhtiar berupa apa yang dia usahakan dalam bentuk perbuatan kebajikan (QS An Najm 39).

Ada karya kreatifitas dan inovasi ipteks yang lahir dan tercipta, sehingga membuat mssyarakat semakin membaik hidupnya dalam perspektif kesejahteraan sosial yang berkeadilan (social wellbeing and social equity) dan menjunjung tinggi harkat martabat kemanusiaan (human dignity). Sedangkan, manusia yang beruntung adalah mereka bermanfaat bagi orang lain, itu pesan hadist Rasulullah Muhammad SAW.

Baca :  Catatan Kritis Terhadap RUU Sisdiknas

Saya kira para pengurus dan aktifis / fungsionaris ICMI dimana saja berada dan berbagai level organisasi tetap ingat dan berkomitmen dengan watak keislaman, kecendekiawanan dan kebangsaannya. Bahwa mereka akan tetap peduli dengan nasib rakyat, ummat dan bangsanya yang masih tertinggal, miskin dan terbelakang serta terzholimi (mustadafin).

Demikian renungan pagi di akhir pekan.. Kita memang harus seimbang menjalankan fungsi kekhalifaan kita selaku Ulil Albab, cendekiawan muslim Indonesia.

Penulis adalah Dosen dan Pendiri Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara; pegiat Sosial, Pendiri dan Wasek Wankar MPP ICMI dan Kawanhat ICMI Orwilsus Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *