Ricuh, Demonstrasi Mahasiswa Kendari Dibubarkan dengan Helikopter

0
Demonstrasi, Mahasiswa, Kendari, Helikopter
Tangkapan layar, helikopter diduga milik polisi saat membubarkan demonstrasi mahasiswa Kendari dalam memperingati satu tahun meninggalnya Randi dan Yusuf.

LEAD.co.id | Aksi demonstrasi mahasiswa Kendari, berujung bentrok pada Sabtu, 26, September 2020. Aksi ini dalam rangka memperingati satu tahun tewasnya Randi dan Yusuf, mahasiswa Universitas Haluoleo (UHO).

Media setempat melaporkan, demonstrasi mulai memanas sekitar pukul 15.10 WITA. Terjadi saling lempar antara mahasiswa dengan tembakan gas air mata dan Water Cannon aparat kepolisian.

Pihak Kepolisian bahkan dikabarkan menggunakan helikopter untuk membubarkan para mahasiswa yang memperingati satu tahun meninggalnya Randi dan Yusuf ini.

Demonstrasi, Mahasiswa, Kendari, Helikopter
Tangkapan layar, helikopter diduga milik polisi saat membubarkan demonstrasi mahasiswa Kendari dalam memperingati satu tahun meninggalnya Randi dan Yusuf.

Dalam video yang beredar, mahasiswa terlihat kocar kacir saat helikopter yang diduga milik Polisi berputar putar di atas kerumunan peserta demonstrasi. Tampak para mahasiswa berteriak teriak meluapkan kemarahannya saat helikopter mendekat di atas demonstran.

Baca :  Reses di Karawang, Saan Mustopa Serap Aspirasi Mahasiswa

Kericuhan demonstrasi ini tetap berlanjut hingga malam hari, sekitar pukul 20.00 WITA. Namun, mahasiswa yang memblokade Jalan Martandu dengan membakar ban bekas, berhasil dipukul mundur oleh polisi dengan tembakan gas air mata dan Water Cannon hingga di Jalan MT Haryono, Kendari.

Demonstrasi, Mahasiswa, Kendari, Helikopter
Polisi menembakkan gas air mata dan Water Cannon, berhasil memukul mundur mahasiswa yang memblokade Jalan Martandu, Kendari dengan membakar ban bekas di tengah jalan, pada Sabtu malam (26/9/2020).

Juru bicara mahasiswa, Rahman Paramai menegaskan, para mahasiswa menuntut Polda Sulawesi Tenggara, segera menuntaskan kasus penembakan terhadap dua mahasiswa.

“Kalau tidak bisa menuntaskan, Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol. Yan Sultra, segera mundur dari jabatannya,” tegas Rahman seperti dikutip Sindonews.com, Sabtu petang (26/9).

Baca :  HMI Dorong Mahasiswa Tingkatkan Perekonomian di tengah Pandemi

Saat berita ini diterbitkan, tim LEAD.co.id masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak terkait.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here