Soroti Tambang Wawonii, Mahasiswa Minta KPK Periksa Gubernur Sultra dan PT GKP

0

LEAD.co.id | Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiwa Sulawesi Tenggara Jakarta (Forkom Sultra-J), menggelar demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  RI, Kuningan,  Jakarta Selatan,  Jum’at, 05 Oktober 2018.

Aksi demonstrasi tersebut menuntut KPK RI, segera mengusut izin tambang PT. Gema Kreasi Perdana (GKP) di Kabupaten Konawe Kepulauan, dan memeriksa Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi tentang adanya indikasi keterlibatan dalam progres kerja PT. GKP.

“Kami siap mendukung KPK untuk mengusut mafia tambang dan pejabat yang terlibat. Kami Mahasiswa Sulawesi Tenggara tak ingin Wawonii tenggelam karena aktivitas pertambangan,” ujar La Saharudin, Presidium Forkom Sultra-J.

Baca :  Galang Dana Korban Banjir, Mahasiswa Papua Dihadang Aparat

Menurut La Saharudin keluarnya izin tambang di Wawonii tak lepas dari indikasi kongkalingkong dan permainan para elit. Izin usaha pertambangan tersebut telah melanggar Pancasila,  UUD 1945, Pasal 33 dan Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau kecil.

“Wilayah kabupaten Konawe Kepulauan yang hanya memiliki luas wilayah 867 Km persegi sehingga bukalah daerah yang diprioritaskan untuk wilayah pertambangan”, tegas Sahar panggilan akrab mantan Ketua Umum HMI Komisariat UMK.

Ia melanjutkan bahwa hadirnya Tambang di kabupaten Konawe Kepulauan juga menabarak Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Sulawesi tenggara Nomor 2 Tahun 2014 yang menegaskan bahwa Pulau Wawonii bukan diperuntukkan sebagai kawasan pertambangan.

Baca :  Mahasiswa Datangi Istana Bogor: 'Beli Masker Kami Tak Sanggup Apalagi Beli Makan'

“Kemudian kami juga menegaskan bahwa PT. GKP terus menimbulkan konflik horizontal di tengah-tengah masyarakat pasalnya, perusahaan tersebut telah melakukan penyerobotan lahan masyarakat dan melakukan kriminalisasi terhadap masyarakat Wawonii yang mempertahankan hak-haknya”, pungkasnya. (Dzl)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here