Berdampak Buruk, GPK Soroti Pelonggaran Miras

0
Andi Surya, GPK, Penusukan, Ali Jaber
Ketua Umum PP GPK, H. Andi Surya Wijaya, S.H, M.H

LEAD.co.id | Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) memprotes pelonggaran izin investasi industri Miras dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 10 Tahun 2021. Pasalnya, akibat pengaruh Miras telah menyebabkan penembakan yang menewaskan tiga orang.

Penembakan yang menewaskan tiga orang salah satunya anggota TNI AD, di sebuah Cafe daerah Jakarta Barat pada Kamis (25/2) ini dilakukan oleh Bripka CS, onum Polisi yang terpengaruh Miras (minuman keras).

“Kegaduhan akibat kasus yang disebabkan oleh miras ini, viral dan jadi topik utama se-Indonesia karena salah satu yang meninggal akibat peluru tajam tersebut salah satunya adalah TNI AD,” sebut Ketua Umum PP GPK, Andi Surya Ghalib, pada Sabtu (27/2/2021).

Baca :  PPP Minta GPK Ikut Sukseskan Pilkada

Merespon peristiwa penembakan di Cafe dini hari itu, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menyatakan bahwa, Bripka CS akan diberhentikan tidak dengan hormat.

“Tersangka Bripka CS anggota Polsek Kalideres, sekarang dilakukan proses pidana oleh Polda Metro Jaya,” tegas Irjen Ferdy Sambo melalui keterangan pers.

ASW mengaku tidak anti-investasi dan kearifan lokal di sejumlah daerah yang membutuhkan minuman keras. Namun, dibutuhkan regulasi yaitu Undang Undang (UU) yang mengatur penggunaan minuman beralkohol.

“Sebaiknya pengaturannya terlebih dahulu dibuat dalam bentuk UU yang mana di dalamnya juga memberikan pengecualian penggunaan miras untuk kepentingan medis, adat, maupun ritual,” papar dia.

Baca :  Patroli Gabungan Grebek Tempat Pembuatan Miras di Kuler

Pasalnya, lanjut ASW, dampak buruk yang ditimbulkan industri minuman keras ini lebih besar (mudharat) jika dibanding keuntungan yang didapatkan. Karenanya, jika dibiarkan akan merusak generasi ke depan.

“Mengingat mudharat jauh lebih besar dari sekedar kepentingan profit (keuntungan). Masa depan anak cucu kita bersama akan terancam kalau sampai ini dilegalkan,” ujarnya.

Reporter: Daeng Olleng
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here