#GenZBerkreasi, Wujudkan Internet Aman Bagi Anak

0

LEAD.co.id | Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menginisiasi kegiatan Safer Internet Day yang bertajuk #GenZBerkreasi: Internet Asyik Bareng Generasi Z, di Jakarta, Sabtu (9/3/2019). Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Yayasan Plan International Indonesia, Yayasan Bandungwangi dan Siberkreasi.

“Di era digital seperti saat ini, internet telah menjadi bagian penting dalam kehidupan anak di Indonesia. 75% anak berusia 10-12 tahun telah menggunakan gawai (handphone) dan memiliki media sosial (safer internet day, 2017). Anak yang terlahir di atas tahun 2000 sudah terpapar teknologi sejak lahir (Digital Native),” ujar Deputi Bidang Perlindungan Anak, Kemen PPPA, Nahar dalam sambutannya.

Nahar mengungkapkan, berdasarkan data Bareskrim Mabes Polri pada 2016 hingga Februari 2018 terdapat 1.127 kasus eksploitasi seksual anak. Sementara KPAI menyebutkan hingga 2016 tercatat 1.809 kasus eksploitasi anak online. Maka perlu adanya perlindungan khusus bagi Anak di internet, karena internet dan media sosial merupakan gerbang masuknya anak menjadi korban eksploitasi seksual.

Baca :  KKA Gelar Forum Diskusi Krisis Perlindungan Anak

“Internet membawa banyak dampak positif pada anak, seperti untuk edukasi, hiburan, kreativitas, dan sebagainya. Tapi tidak dapat dipungkiri terdapat resiko dampak negatif internet pada anak. Anak bisa menjadi sasaran cyberbullying, radikalisme, incaran para predator pedofil dan pelanggaran privasi hingga pengaruh konten yang tidak pantas. Kita harus memprioritaskan hak-hak anak, serta meningkatkan kesadaran dan pengetahuan, serta keterampilan anak dalam menggunakan internet dengan aman,” ungkap Nahar.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Plan International Indonesia, Dini Widiastuti mengatakan bahwa, melalui kegiatan #GenZBerkreasi, Yayasan Plan International Indonesia ingin memberikan ruang bagi anak untuk bersuara, agar mereka benar-benar didengar oleh para pembuat kebijakan. Dini menekankan bahwa yang dibutuhkan oleh anak-anak Indonesia adalah dukungan dan perlindungan dari berbagai pihak terhadap segala risiko dan ancaman yang dapat menimpa mereka, baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

Baca :  Instruksi Presiden Terkait Penanganan Kasus Kekerasan pada Anak

“Untuk mewujudkan internet aman bagi anak, sangat dibutuhkan parenting digital dan sinergi kerjasama pemangku kepentingan yaitu orang tua, sekolah, pemerintah khususnya pemerintah desa, dan lingkungan. Selain itu, perlunya peran aktif komunitas seperti fasilitator Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), Forum Anak, Relawan TIK dan sebagainya untuk mendampingi dan melakukan edukasi terkait dunia digital kepada masyarakat,” tegas Nahar.

Selain itu Nahar menjelaskan bahwa berbagai fitur dapat dimanfaatkan untuk menangkal konten negatif di internet. “Kita juga harus bersikap pro-aktif untuk turut berpartisipasi melaporkan konten negatif tersebut. Pentingnya menyusun Program Aksi Perlindungan Anak di ranah online berbasis Komunitas. Menyusun program aksi merupakan perumusan langkah-langkah dan kegiatan apa saja yang perlu dilakukan pemangku kepentingan termasuk peran anak,” tutup Nahar.

Baca :  Bogor Valley Kembali Jadi Tempat Prostitusi Anak di Bawah Umur

Kegiatan #GenZBerkreasi ini menghadirkan 350 anak dari Jakarta Utara, Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Serta menampilkan berbagai agenda menarik, seperti art performance, kuis, dan sesi tanya jawab (dialog). Yang unik dari kegiatan ini adalah anak tidak hanya dilibatkan sebagai peserta, melainkan juga sebagai panitia, pembicara kunci, serta penampil. (Dzulq)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here