Harapan Awal Tahun: Kopma GPII Serukan Kerukunan Umat Beragama

0
Harapan, Awal Tahun, Kopma GPII, Umat Beragama
Logo Kopma GPII

LEAD.co.id | Memasuki Tahun Baru 2021, Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia (Kopma GPII) optimis menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan umat beragama demi membasmi segala bentuk radikalisme dan terorisme di Indonesia.

Ketua Pimpinan Pusat Korps Mahasiswa Gerakan Pemuda Islam Indonesia, M. Husni Hasan (Idam) menyampaikan Bahwa keutamaan untuk saling menjaga kerukunan antar umat beragama serta perlunya sikap tegas untuk melawan terorisme dan berjuang untuk melenyapkannya dari tanah air. Sinergitas setiap pihak dengan pemuda dan mahasiswa menjadi salah satu kunci terwujudnya hal ini.

Baca :  Jual Minol Ilegal, Kopma GPII Minta Club 19 Disegel

“Korps Mahasiswa GPII, baik itu dari jajaran tertinggi (Pengurus Pusat) sampai yang terendah di hampir seluruh wilayah Indonesia sejak awal berkomitmen untuk menjaga kerukunan antar sesama warga negara, terlepas dari identitasnya, utamanya antar umat beragama,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa momen awal tahun ini, harus menjadi pembaruan harapan menuju terciptanya kondusifitas kebangsaan yang semakin baik, tanpa ada keretakan, kekerasan atau bahkan ketakutan karena tindak radikalisme dan terorisme. Karena, aksi terorisme telah meninggalkan banyak luka dan korban jiwa serta dapat mengancam kesatuan dan persatuan bangsa.

Baca :  Kopma GPII Bogor Desak Bupati Tidak Keluarkan Ijin Burgerking

Sepanjang 2020, Densus 88 Antiteror Polri setidaknya telah menangkap 228 tersangka teroris di berbagai daerah di Indonesia. Teroris yang ditangkap di antaranya merupakan tersangka jaringan teroris kelompok Jamaah Islamiyah (JI) di Malang, Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Jawa Tengah serta beberapa tersangka di Riau yang merupakan anggota JAD dan diketahui tengah membuat bom bunuh diri untuk melaksanakan serangan di gereja. Hal ini mengkhawatirkan lantaran aksi terorisme dapat melayangkan banyak nyawa serta memecah belah kesatuan bangsa.

“Terorisme tak lain menyebarkan ketakutan dan meretakan kerukunan dengan tindakan yang merugikan sesama. Meski terorisme dan radikalisme telah berkurang, tapi (hal tersebut) belum padam. Karena itu, aksi terorisme harus dicegah dan pihak-pihak yang menyuarakan, mendorong serta mengkampanyekan aksi terorisme harus dilawan dan ditindak sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Baca :  Harapan Mas Menteri Pupus di Depan Gerbang Sekolah

Oleh sebab itu, tindakan yang tepat terhadap benih-benih aksi teror serta sikap toleran terhadap sesama umat beragama menjadi kunci kokohnya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here