Penembakan Laskar FPI Melanggar HAM, Polri Bentuk Tim Khusus

0
Laskar FPI, Komnas HAM, Polri, Tim Khusus
Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono (tengah) saat melakukan konferensi pers terkait pembentukan tim khusus untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM KM 50, pada Jumat, 8 Januari 2020. [File: Div Humas Polri]

LEAD.co.id | Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merespon temuan dari Komnas HAM dengan membentuk tim khusus. Komnas HAM menyatakan adanya pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan unlawful killing dalam peristiwa yang menewaskan empat dari enam laskar FPI, pada 7 Desember 2020 lalu.

“Kapolri Jenderal Idham Azis merespons dengan menginstruksikan membentuk tim khusus untuk menindaklanjuti temuan dari Komnas HAM,” sebut Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono dalam keterangan pers, pada Jumat (8/1/2020).

Dalam operasi pengintaian dan pembuntutan terhadap HRS oleh pihak Polda Metro Jaya saat itu, Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam menyatakan adanya pihak luar petugas kepolisian yang diduga ikut terlibat.

Baca :  Aktivis Apresiasi Sikap Kabareskrim dalam Kasus Djoko Tjandra

Komnas HAM menyatakan adanya dua konteks peristiwa yang berbeda pada kasus yang menewaskan sebanyak enam orang Laskar FPI.

Pertama, insiden sepanjang Jalan Internasional Karawang Barat sampai KM 49 Tol Cikampek yang menewaskan 2 orang Laskar FPI bahwa, “subtansi konteksnya merupakan peristiwa saling serempet antar mobil dan saling serang antara petugas dan laskar FPI bahkan dengan menggunakan senjata api”.

Kedua, terkait peristiwa Km 50 ke atas terhadap 4 orang masih hidup dalam penguasaan petugas resmi negara, yang kemudian juga ditemukan tewas. Komnas HAM menyatakan bahwa, “peristiwa tersebut merupakan bentuk dari Peristiwa Pelanggaran HAM”.

Baca :  Polri Rilis Capaian Kinerja, Ada Peran Media Online

Terkait adanya unlawful killing dan pelanggaran HAM pada peristiwa ‘Km 50’ yang menewaskan empat dari enam Laskar FPI saat mengawal Habib Rizieq Shihab (HRS), Komnas HAM meminta proses penegakan hukum, akuntabel, objektif dan transparan sesuai dengan standar Hak Asasi Manusia.

“Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawfull killing terhadap ke 4 anggota Laskar FPI,” sebut Choirul Anam saat konferensi pers.

Dalam keterangannya, Kadiv Humas Polri menjelaskan, tim khusus terdiri dari Bareskrim Polri, Divisi Hukum Polri dan Divisi Propam Polri dibentuk untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan anggota polisi terhadap empat Laskar FPI.

Baca :  Kompak, Capacity Building Keluarga Besar Divhumas Polri di Taman Safari

Argo juga menyebut, tim khusus akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM secara profesional dan terbuka kepada masyarakat, serta akan bekerja maksimal, profesional dan terbuka dalam mengusut oknum anggota polisi terkait kasus itu.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here