LPSK Siap Lindungi Saksi Kasus Pelanggaran HAM KM 50

0
LPSK, Perlindungan, Saksi, Korban, Perbudakan
Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK)

LEAD.co.id | Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) kembali menegaskan siap melindungi saksi peristiwa yang mewaskan enam Laskar FPI di Tol Jakarta – Cikampek, pada 7 Desember 2020 lalu. Komnas HAM telah menyatakan adanya unlawfull killing dan bentuk pelanggaran HAM pada kasus tersebut.

Komnas HAM telah menyatakan bahwa, peristiwa tewasnya empat dari enam orang Laskar FPI merupakan kategori pelanggaran HAM, dan meminta agar kasus tersebut harus dilanjutkan ke penegakan hukum dengan mekanisme pengadilan Pidana guna mendapatkan kebenaran materiil lebih lengkap dan menegakkan keadilan.

“Penembakan sekaligus terhadap empat orang dalam satu waktu tanpa ada upaya lain yang dilakukan untuk menghindari semakin banyaknya jatuh korban jiwa mengindikasikan adanya unlawfull killing terhadap ke 4 anggota Laskar FPI,” sebut Komisioner Komnas HAM, Mohammad Choirul Anam dalam konferensi pers, di Jakarta, pada Jumat (8/1/2020).

Baca :  Protes Tewasnya 6 Laskar FPI, Massa Datangi Polresta Bogor

Merespon hal itu, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi menyatakan siap membantu pengungkapan kasus ini dengan memberikan perlindungan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut agar dapat memberikan keterangan penting yang diperlukan dalam upaya penuntasan kasus yang cukup menyita perhatian publik.

Edwin menambahkan, sejauh ini sebanyak enam orang saksi dalam kasus penembakan laskar FPI telah meminta perlindungan ke LPSK yang tengah didalami permohonannya. Namun, permohonan yang diajukan sebelumnya, sempat menemui kendala dimana terlapor yang tercantum dalam Laporan Polisi adalah enam laskar FPI yang telah meninggal dunia.

Baca :  Pelajar Bunuh Begal, LPSK Berharap Hakim Melihat Perkara Secara Jernih

Dengan adanya hasil temuan baru Komnas HAM yang menyatakan adanya unlawful killing dan pelanggaran HAM, maka terbuka kembali kemungkinan dilanjutkannya upaya penyelesaian melalui jalur hukum dengan munculnya tersangka lainnya.

“Agar publik bisa mengetahui siapa yang menjadi pelaku dalam peristiwa yang dinilai Komnas HAM sebagai tindakan unlawfull killing” kata Edwin melalui siaran pers Humas LPSK yang diterima LEAD.co.id, pada Jumat (8/1).

Masih kata Edwin, bila membaca keterangan hasil penyelidikan yang disampaikan oleh Komnas HAM, terdapat sejumlah saksi lainnya yang diduga memiliki informasi penting terkait peristiwa ini. Dalam proses penyelidikan, setidaknya Komnas HAM telah mendapatkan keterangan dari beberapa saksi di tiga tempat berbeda yakni daerah Sentul, Rest Area KM 50 dan di daerah Karawang.

Baca :  LPSK Sambangi TNI AD, Bahas Kerja Sama Perlindungan Saksi dan Korban

LPSK, kata Edwin akan segera berkoordinasi dengan Komnas HAM untuk mendapatkan rekomendasi sejumlah saksi yang dinilai memerlukan perlindungan.

“Untuk itu kami berharap seluruh saksi mau bersuara dalam proses hukum selanjutnya, LPSK akan menjamin keselamatan mereka, sebagai informasi, untuk enam saksi yang telah mengajukan permohonan ke LPSK, kami tetap monitor situasi keamanan jiwa mereka,” pungkas Edwin.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here