KPAID Apresiasi Pemkot Bogor Tunda PTM

0
KPAID, Apresiasi, Pemkot Bogor, PTM, Sekolah,
Komisioner KPAID Kota Bogor Bidang Pendidikan, Anni Farhani

LEAD.co.id | Komisi Perlindungan Anak Indonesia Dearah (KPAID) Kota Bogor mengapresiasi langkah Pemkot Bogor yang menunda pembelajaran tatap muka. Pasalnya, kasus Covid-19 di Kota Bogor hampir tembus 6.000 kasus, dengan rata-rata per hari mencapai 70-an kasus.

“Kebijakan pemerintah Kota Bogor, sangat tepat melihat situasi saat sekarang ini, jumlah kasus Covid-19 di Kota Bogor terus meningkat,” sebut Komisioner KPAID Kota Bogor Bidang Pendidikan, Anni Farhani melalui keterangan pers yang diterima LEAD.co.id, pada Selasa (5/1/2021).

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah membatalkan rencana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) yang rencananya bakal dilaksanakan pada Januari 2021. Dengan demikian, pemerintah tetap menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sampai waktu yang belum bisa ditentukan.

Baca :  MTsN 1 Kota Bogor Rutin Peringati Maulid Nabi

Merespon kebiajakan Pemkota Bogor tersebut, Komisioner KPAID Bidang Pendidikan Anni Farhani memaparkan, ada hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan PJJ online, dan ini sangat urgent untuk disikapi bersama.

Pertama, materi materi janganlah terlalu memberatkan siswa, materi agar bisa dipahami siswa serta orang tua sebagai pendamping pembelajaran online. Kedua, pengajar atau guru tidak lagi harus berorientasi pada Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM).

Ketiga, harus adanya pelatihan bagi orang tua siswa, yang menjadi guru bagi anak dirumah. Keempat, harus terbangun dan terjalin Komunikasi yang efektif dan produktif antara guru, orang tua dan siswa.

Kelima, peran pengawasan orang tua, dalam mendampingi sangatlah dibutuhkan, kalaupun anak-anak belajar dirumah masih banyak bermainnya, orang harus memberikan ruang dan waktu bermain, karena dunia anak adalah bermain, yang paling pokok tetap dalam pengawasan dan bimbingan orang tua.

Baca :  Tanggapi Pemkot, PSI Sebut Perwali PSBB Melawan Hukum

Dirinya menambahkan, Dalam PJJ online peran orang tua sangat utama, Kesabaran dan harus menyadari serta mengakui bahwa peristiwa pandemik atau apa pun yang terjadi adalah takdir yang tidak dapat dihindari oleh setiap manusia.

“Bersikap menerima (acceptance) juga membentuk rasa kepasrahan, yang akan menimbulkan rasa ‘kecil’ kita sebagai manusia ciptaan Tuhan Yang Maha Esa,” papar Anni.

Menurutnya, dalam situasi pandemi yang terpenting adalah dunia pendidikan tetap memastikan kesejahteraan mental (wellbeing) pada murid. Karena, begitu banyak situasi sosial yang terjadi dan bisa menjadi media pembelajaran.

Baca :  Mahasiswa Geruduk Pemkot, Pasang Tagar 'Bogor Jongkok'

“Ada persoalan kesehatan, persoalan fisik yang berjarak, tumbuhnya solidaritas gotong royong, dan refleksi sejauh mana dunia pendidikan telah membekali keterampilan baru pada murid untuk mampu beradaptasi pada situasi tak terduga,” terangnya.

Anni mengajak, dalam situasi saat ini, semua stakeholder secara bersama sama mendukung langkah langkah Pemerintah Daerah untuk menekan resiko Covid-19.

“Bahwa saat ini yang terpenting adalah keselamatan siswa, guru dan seluruh orang yang terlibat didalam dunia pendidikan menjadi skala prioritas,” pungkasnya.

Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here