Kunjungi Dinkes Kota Bogor, Mapancas Bahas Penanganan Covid-19 

0
Dinkes Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, Mapancas, Covid-19
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno saat menemui DPD Mapancas Kota Bogor, Rabu (22/7/2020).

LEAD.co.id | Organisasi DPD Mapancas (Mahasiswa Pancasila) Kota Bogor mengunjungi Dinas Kesehatan Kota Bogor, Selasa (22/7/2020). Kedatangan mereka terkait penanganan Covid-19 di Kota Bogor.

Ketua DPD Mapancas Kota Bogor Fatullah Fawaid menyampaikan, sebagai Organisasi kepemudaan, pihaknya mengingatkan pentingnya Pemuda dalam meningkatkan peran agen sosial dan agen kontrol terhadap setiap kebijakan.

Menurutnya, Organisasi Kepemudaan adalah basis yang cukup relevan, untuk menopang dan menampung ide, gagasan intelektual membangun suatu daerah. Organisasi Kepemudaan tidak lagi menjadi momok bagi pemerintah, tetapi dapat menjadi mitra pemerintah untuk membangun dengan memberikan masukan berupa ide, gagasan, dan keritikan, agar Kota Bogor menjadi lebih baik ke depan.

Baca :  Polemik Beras DKPP, Mapancas Minta Kejari Kota Bogor Bertindak

“Jika pemuda yang saat ini direpresentasikan oleh pelajar dan mahasiswa ternyata sangat minim kepeduliannya dalam mengawal berbagai bentuk kebijakan yang dikeluarkan dan ditetapkan, haruslah kita waspadai bersama dampak besarnya bagi masyarakat,” ungkap ketua DPD Mapancas yang akrab disapa Sihol, saat kunjungan ke Dinas Kesehatan Kota Bogor, Selasa (21/7/2020).

Sementara itu, dr. Sri Nowo Retno selaku Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mengapresiasi kritikan dan masukan dari mahasiswa Pancasila. “Sampai saat ini dinas kesehatan tengah berusaha menangani covid-19, mulai dari sosialisasi, rapid tes dan swab test kami lakukan” tambah sri nowo retno

Baca :  Pemukiman Belum Disterilisasi, Kinerja Dinkes Kota Bogor Lambat

Retno menjelaskan bahwa, rapid test hanya untuk mendeteksi virus, besar kemungkinan bukan hanya virus corona yang terdeteksi, bahkan virus yang lain juga. Sedangkan swab dilakukan ketika ada yang terjangkit dan akan ditelusuri siapa saja yang pernah berkontak erat selama 14 hari kebelakang dan mereka kami lakukan swab semua.

“Jika swab dilakukan hanya ketika ada yang terjangkit dan pelaksanaannya hanya dilakukan di kantor Dinas Kesehatan, maka berapa banyak yang melakukan kontak dan hanya akan menambah penyebaran virus,” terangnya.

Di tempat yang sama, Ferga Aziz selaku Wakil ketua DPD Mapancas Kota Bogor menyampaikan bahwa, pembangunan kesehatan dilakukan oleh semua komponen masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang ditetapkan.

Baca :  Pemerintah Kota Bogor Harus Jujur

“Derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari berbagai indikator yaitu indikator angka harapan hidup, angka kematian dan status gizi masyarakat,” pungkas dia.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here