LEAD.co.id | Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor mengklarifikasi kualitas beras bagi warga terdampak Covid-19. Pihaknya menyatakan telah bekerjasama dengan Bulog, akan mengganti beras tersebut jika ada komplain dari warga.
Sebelumnya, Fahmi, warga Kelurahan Ciparigi, Kota Bogor mangaku miris saat melihat langsung kualitas beras di lokasi pendistribusian yang dibagikan kepada warga terdampak Covid-19. Bahkan, dia menyesalkan, beras yang dibagikan oleh pihak DPKP kota bogor dalam kualitas buruk.
“Sangat disayangkan hal ini terjadi di Kota Bogor dan kami pun menyesali dengan kondisi beras yang kurang bagus serta berbau,” ungkap ketua Yayasan Fahmi Center ini, Selasa (21/7/2020).
Mengkalirifikasi hal itu, Kepala DKPP Kota Bogor Anas Rusmana mengaku telah membuat perjanjian dengan pihak Bulog terkait pendistribusian beras tersebut. Dia menyatakan, jika ada warga yang komplain dengan kualitas beras tersebut, maka pihak Bulog akan mengganti dengan beras yang labih berkualitas.
“Jadi silahkan jika ada warga yang komplain, dikembalikan. Dan kami akan mengambil dan akan diganti oleh Bulog,” terang Anas saat dikonfirmasi awak media, Rabu (22/7/2020).
Saat dihubungi, Nana selaku pihak Bulog Sub Divre Cianjur, Jawa Barat mengaku tidak tahu-menahu soal pembelian beras oleh DKPP Kota Bogor. Terkait temuan beras tidak layak, pihaknya menyarankan agar mengkonfirmasi ke pihak Gudang Bulog Bogor.
“Wah, saya tidak tahu menahu. Coba tanyakan ke Gudang Bulog Bogor,” kilahnya saat dikonfirmasi tim LEAD.co.id, Kamis (23/7/2020).
Terkait hal itu, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi DKPP Kota Bogor, Soni, juga menyampaikan bahwa, jika ada warga yang komplain, silahkan melaporkan ke pihak Kelurahan. Dan Nantinya pihak Kelurahan akan menginformasikan lalu akan kami ambil.
“Sesuai dengan perjanjian dengan pihak Bulog, jika ada komplain, akan diganti sesuai dengan kelasnya,” pungkas Soni.





