Luruskan Sejarah, Jenderal Agustadi Sasongko Bahas Pengkhianatan PKI

0
Menolak Lupa, Agustadi Sasongko, PKI
Mantan KSAD TNI Jendral (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo membahas peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI) dalam kegiatan "Tablig Akbar Kebangsaan" yang digelar oleh Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia, Sabtu (26/9/2020).

LEAD.co.id | Yayasan Pesantren Baitussalam Indonesia menggelar “Tablig Akbar Kebangsaan”, di Masjid Agung Komplek Pesantren Baitussalam, Jalan Raya Kartika Sejahtera No.1, Desa Sasak Panjang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (26/9/2020). Kegiatan ini dalam rangka ‘Meluruskan Sejarah’, serta mewaspadai Komunis Gaya Baru.

Tim LEAD.co.id melaporkan, kegiatan Tablig Akbar Kebangsaan ini menghadirkan nara sumber mantan KSAD TNI Jendral (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo, membahas peristiwa Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

Ketua Panitia Zaki Wildan Firdaus menyampaikan, dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada 1 Oktober nanti, maka perlu melakukan pelurusan sejarah untuk menyikapi kewaspadaan terhadap upaya-upaya maupun opini akan adanya Komunis Gaya Baru (KGB).

Baca :  Display Sejarah ICMI di Arena RPD-MPW ICMI Bogor 2020

“Ini kita lakukan dalam bentuk ide-ide dan pemikiran menyeluruh supaya tidak menggerogoti kehidupan politik ekonomi sosial dan budaya di negeri kita,” tutur Zaki yang menjabat juga sebagai Wakil Sekretaris Yayasan Baitussalam Indonesia.

Adapun peristiwa Gerakan 30 September yang lalu, menurut Zaki, adalah merupakan salah satu rangkaian sejarah yang tidak bisa dilupakan begitu saja, apabila hal ini dikaitkan dengan ideologi Negara yang hari jadinya kita peringati setiap tanggal 1 Oktober.

“Mengabaikan peristiwa G 30 S/ PKI sama halnya dengan kita mengabaikan Hari Jadi Kesaktian Pancasila,” tegas Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMIT Baitussalam ini.

Baca :  Menolak Lupa Kekejaman PKI, Berkhianat terhadap NKRI

Seusai memberikan ceramah Kebangsaan, Jenderal (Purn) Agustadi Sasongko Purnomo mengatakan kepada media, kehadirannya sebagai langkah mengingatkan kembali khususnya untuk staff pengajar, para santri serta akademisi di lingkungan Yayasan Pesantren Baitussalam akan bahaya laten Komunis Gaya Baru.

“Apabila kita lengah, tentunya ini sangat berbahaya bagi negara. Termasuk berita yang tersebar lewat media sosial maupun media elektronik, kita harus bisa menyaring antara berita hoaks atau bukan,” tuturnya.

Dirinya berpesan untuk generasi muda, tetap waspada dan jangan sampai lengah dengan pergerakan apapun yang nantinya akan menghancurkan bangsa ini.

Baca :  Peran Mahasiswa dan Alumni Bidikmisi dalam Gerak Sejarah Bangsa

“Supaya bisa mewarisi dan meneruskan apa-apa yang dilakukan oleh orang tua terdahulu, jangan melupakan sejarah, karena dengan sejarah yang akan menunjukan kebesaran suatu bangsa,” pungkas Mantan Kasad TNI AD Era Presiden SBY ini.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here