Masyarakat Minim Informasi, PSBB Bodebek Kurang Sosialisasi

0
PSBB, Bodebek, Sosialisasi
Tokoh masyarakat Bogor, Ade Wardhana

LEAD.co.id | Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kawasan Bogor, Depok dan bekasi (Bodebek) dinilai kurang sosialisasi. Hal itu terlihat banyaknya penutupan akses jalan kecil yang justru malah menjadi masalah baru.

“Karena pada dasarnya PSBB bukan tidak boleh beraktivitas, hanya dilakukan jika perlu dan penting saja untuk keluar dengan tidak menutup lahan usaha seharusnya,” terang tokoh masyarakat Bogor, Ade Wardhana melalui sambungan seluler kepada tim LEAD.co.id, Selasa petang (14/4/2020).

Menurut Ade, seharusnya PSBB tidak dimaknai dengan melarang semua kegiatan, terlebih kaitannya dengan kegiatan usaha masyarakat kecil. Ia juga menyinggung minimnya informasi yang diperoleh masyarakat tentang PSBB, akibat kurangnnya sosialisasi dari pemerintah daerah di Bodebek.

Baca :  Kabupaten Bogor Terapkan PSBB Pra AKB Sampai 30 Juli

Karena, lanjut Ade, ini akan terlihat dalam upaya kepala daerah beserta jajarannya ketika mengajak atau menghimbau masyarakat serta stakeholder dalam mensosialisasikan secara benar dan gamblang, jangan sampai salah diterima oleh masyarakat

“Adanya permasalahan pandemi covid-19 ini merupakan ujian kepemimpinan yang sesungguhnya bagi kepala daerah, karena kalau kondisi normatif siapapun bisa jadi pemimpin,” tambah Ade yang juga Pembina LBH Gentar ini.

labi lanjut dia mengimbau agar masyarakat jangan sampai menerima informasi yang salah apalagi tidak bisa dipertanggungjawabkan seperti dari media sosial atau yang lainnya. Karena, kata dia, ini pada dasarnya akan bermuara kembali kepada pemimpin daerah itu sendiri sebagai leader yang baik bagi bawahannya.

Baca :  Pemkot Bogor Tetapkan Status PSBB Rabu Ini!

Dirinya bahkan menyayangkan, sampai hari ini masyarakat seolah disuruh berusaha sendiri, seperti penyemprotan disinfektan secara swadaya mandiri dilingkungannya. Termasuk upaya-upaya yang lain, belum ada yang bisa dirasakan masyarakat secara langsung.

“Jangan sampai menunggu korban-korban berjatuhan lagi karena menunggu proses pencegahan dari pemerintah daerah terkait pandemi wabah Covid-19,” pungkas Lulusan Komunikasi Pembangunan Pertanian IPB ini.

Reporter: Sally Sumeke
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here