PB HMI Sesalkan Ketidak Berimbangan Berita ‘Putusan Hukum Anas’

0

LEAD.co.id | Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) Bidang Kemitraan BUMN, Romadhon Jasn sesalkan pemberitaan yang tidak berimbang dan terkesan meyudutkan Mahkamah Agung (MA) tentang sunatan hukuman Anas Urbaningrum.

Menurutnya, pemberitaan dengan judul yang dapat menggiring opini publik dapat menjadi citra buruk bagi MA.

“Tolong memberi judul yang berimbang dengan kenyataan, putusan MA jelas sekali tidak ada sunatan hukuman. MA tak menyunat hukuman, hanya kembali pada Putusan PN dan malah ditambah dengan pencabutan hak politiknya,” tambahnya.

Dia menambahkan, sebagai kader HMI, yang menjunjung tinggi hukum berkeadilan jangan sampai bergeser dan kalah dengan opini.

Baca :  Mengenang Bang Gafur

“Kami sangat menghormati dengan putusan ini, dan terus mendorong ikhtiar hukum lanjutan yang bisa ditempuh,” tambahnya.

Pemberitaan media yang terhadap putusan MA tersebut dapat merugikan kedua belah pihak. Baik kepada MA sebagai lembaga independen yang menangani perkara, juga Mas Anas sebagai terdakwa

“Kami harap media-media mainstream betul-betul objektif dalam pemberitaannya, jangan sampai menaikkan berita yang cenderung mencederai sistem hukum kita di Indonesia” sambung Romadhon

Meski menghormati putusan MA, sejauh ini kami masih beranggapan Mas Anas tidak bersalah dalam kasus hukum yang menjeratnya. Beberapa hari ke depan kami akan lakukan silaturahim ke Mas Anas untuk memberikan dukungan moral. Tambah Putra Bangkalan ini

Baca :  Kirim Logistik ke Cileuksa, HMI Tembus Jalur Terjal

“Diberitakan sebelumnya di berbagai media online, Hakim MA kembali menyunat hukuman narapidana kasus korupsi melalui putusan PK. Sepertinya ini perlu dikoreksi untuk para awak media dengan memberi judul yang tendensius, padahal istilah korting dan menyunat itu tidak tepat, tetapi mengembalikan hukuman Anas yang pada pokoknya menerangkan kembali pada putusan tingkat pertama,” Ungkap Romadhon.

Kontributor : A Haqqi
Editor : Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here