Peneliti Jebolan IPB : Banyak Aspek Penting Sebelum New Normal Diterapkan

4

LEAD.co.id | Pandemi Covid-19 telah berdampak besar terhadap seluruh aspek kehidupan. Dimana seluruh pihak mengharapkan adanya cara untuk dapat membuat hidup kembali normal seperti sediakala.

Konsep kenormalan baru merupakan hal yang harus dijalankan oleh setiap pihak saat ini, dimana bertujuan untuk memperbaiki kinerja secara perlahan. Namun untuk menjalankan Kenormalan baru tidak mudah karena masih banyak faktor yang harus ditaati.

Beberapa syarat yang harus dilakukan masyarakat dalam menjalankan Kenormalan Baru, seperti hasil penelitian yang di publikasikan di Journal of Asian Business and Economic Studies (Jabes) dengan judul kenormalan baru dalam dunia bisnis. Peniliti Bintang Mukhammad menjelaskan dalam penelitian tersebut bahwa Kenormalan baru bisa efektif bila dimulai dengan ada transfer, sharing knowledge dan interest selain itu seluruh pihak yang terlibat dituntut untuk taat terhadap regulasi dan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Baca :  Presiden Tinjau Kesiapan New Normal di Jawa Barat

Selama ini kenormalan tidak akan efektif bila setiap pihak masih berdiri sendiri-sendiri atau dapat dikatakan tidak ada integrasi dan sinergi satu sama lain. Kenormalan perlu dimulai dengan mendengar seluruh kepentingan dari setiap pihak, dimana dilakukan dengan pertukaran serta sharing pengetahuan (knowledge) yang dimiliki.

“Kedepannya, setiap keputusan yang dibuat akan lebih baik dan tepat bagi seluruh pihak. Sehingga diimplementasikan dengan baik. Inilah kenormalan baru,” kata pria jebolan IPB ini kepada Lead.co.id, Minggu (31/05/2020).

Bintang menambahkan, ke-normalan baru melibatkan banyak pihak seperti masyarakat, fasilitas kesehatan (pelayan kesehatan), organisasi (non profit dan profit) dan pemerintah.

Baca :  Presiden Jokowi Tinjau Kesiapan New Normal di Masjid Baiturrahim

Integrasi antara pihak menjadi dasar kenormalan baru dapat efektif dilakukan, dimana seluruh pihak harus bersinergi untuk mengetahui kepentingan serta dampak yang diakibatkan atas Kenormalan baru tersebut. Pemerintah dalam hal ini harus mampu menjadi pihak yang memulai dalam membangun komunikasi dan nilai-nilai kebersamaan yang nanti membuat setiap pihak dapat berintegrasi dan pada akhirnya berdampak pada peraturan kenormalan baru yang tepat.

Selain syarat agar efektif di era new normal, dalam penelitian yang menggunakan metode deskriptif dan soft sytem method ada 13 sektor yang terdampak maupun tidak terdampak akibat Covid-19.

Baca :  Jumat Bersih, Departemen ESL Dukung Green Campus IPB 2020

Untuk sektor yang terdampak, diantaranya sektor jasa keuangan, ritel, travel dan pariwisata, transportasi dan oli gas. Sektor yang paling terdampak travel dan pariwisata karena dipengaruhi oleh jarak sosial dan penutupan paksa oleh pemerintah.

“Selain itu ritel juga terdampak karena akan menderita guncangan permintaan dan rantai pasokan,” jelas Bintang.

Sedangkan sektor yang tidak terlalu terdampak akibat Covid-19 diantara makanan, pertanian, telekomunikasi, power dan energi, Life Science.

“Untuk makanan, pertanian dan telekomunikasi relatif tidak terpengaruh oleh dampak Covid-19, contoh makanan, konsumen cenderung mempertahankan pengeluaran dan investasi,” pungkasnya.

Reporter : Jhonie
Editor : Aru Prayogi

4 KOMENTAR

  1. Covid 19 , sangat berpengaruh besar dlm kehidupan kita ada segi negatip dan positipnya.
    Tapi kita hrs selalu berpikir positip , dgn dampak Covid 19 ini kita jadi bisa :
    1. Lebih Fokus Beribadah
    2. Lebih intens komunikasi dan berkumpul dgn keluarga
    3. Jadi rajin berolah raga
    4. Lebih hemat krn tdk sering ngemall dan mkn di resto
    5. Lebih sering mencuci tangan dan menhargai kesehatan.

    Semoga covid 19 segera berlalu , sehingga kita bisa kembali melakukan aktifitas kembali.

    Tks Bintang , saya sdh boleh ikut kasih koment disini.
    Sukses selalu buat Bintang .
    Sehat selalu yaa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here