Site icon LEAD.co.id

Terorisme di Makassar: Jokowi Perintahkan Usut-tuntas ke Akar-akarnya

Presiden Jokowi, Implementasi, PPKM

Presiden Jokowi bersama jajarannya dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat, 29 Januari 2021. [File: BPMI Setpres/ Rusman]

LEAD.co.id | Presiden Jokowi mengutuk aksi terorisme yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 28 Maret 2021. Presiden langsung memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas kasus tersebut dan membongkar jaringan pelaku teror hingga ke akarnya.

“Saya mengutuk keras aksi terorisme tersebut dan saya sudah memerintahkan Kapolri untuk mengusut tuntas jaringan-jaringan pelaku dan membongkar jaringan tersebut sampai ke akar-akarnya,” ujar Presiden dalam pernyataannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Sebanyak 14 orang dikabarkan telah menjadi korban akibat ledakan tersebut. Pihak Kepolisian menduga, pelaku berjumlah dua orang menggunakan sepeda motor saat melakukan aksinya. Mereka langsung meninggal dunia usai melancarkan aksi teror tersebut.

“… kita mendapatkan informasi bahwa ada 2 orang yang berboncengan menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam pernyataannya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh masyarakat untuk tidak panik pasca-terjadinya aksi dugaan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar.

“Kami sedang dalami dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dan untuk masyarakat tidak usah terlalu panik, kami sedang dalami pelakunya,” kata Jenderal Sigit.

Kapolri mengungkapkan bahwa, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sejauh ini akan terus melakukan penindakan terhadap para kelompok teroris. Hal itu merupakan komitmen dari Korps Bhayangkara untuk memberangus para jaringan-jaringan tersebut.

Jokowi menegaskan, terorisme adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Terorisme sama sekali tidak berkaitan dengan ajaran agama apapun. Semua ajaran agama menolak aksi teror apapun itu alasannya.

Dalam pernyataannya, Presiden menekankan bahwa seluruh aparat negara tidak akan membiarkan tindakan terorisme semacam itu. Jokowi juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dalam menjalankan ibadah masing-masing.

“Saya mengajak semua anggota masyarakat untuk bersama-sama memerangi terorisme dan radikalisme, yang bertentangan dengan nilai-nilai agama dan nilai-nilai luhur kita sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai ketuhanan dan menjunjung tinggi nilai-nilai kebinekaan,” tuturnya.

Mengakhiri pernyataan, Presiden Jokowi turut mendoakan agar para korban luka dapat segera diberikan kesembuhan di mana negara menjamin seluruh biaya pengobatan dan perawatan para korban.

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Exit mobile version