Waspada Omicron, Pemerintah Antisipasi Ketersediaan Rumah Sakit

oleh -383 views
Waspada Omicron, Omicron, Antisipasi Omicron, Rumah Sakit

JAKARTA (LEAD.co.id) – Penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di seluruh dunia telah mencapai 408 ribu kasus, naik dari angka minggu lalu sebanyak 184 ribu. Sedangkan di Indonesia sendiri, kasus Covid-19 varian Omicron kini mencapai 152 kasus.

Kasus paling banyak saat ini ada di Eropa, Inggris, Denmark, Amerika di atas 20 ribu kasus. Sedangkan Afrika Selatan sudah turun ke angka 1.800-an. Untuk negara Asia Tenggara yaitu Singapura 1.600 dan Thailand 1.500.

“Indonesia ada di posisi 40 jumlahnya per hari ini 152, ada tambahan 16 dibandingkan 2 hari yang lalu dan semuanya berasal dari pelaku perjalanan luar negeri,” ujar Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, pada Senin (3/1/2022).

Baca :  Antisipasi Omicron, Indonesia Terapkan Strategi Pencegahan Berlapis

Pemerintah menyiapkan berbagai hal untuk mengantisipasi potensi penambahan penyebaran kasus Covid-19 varian Omicron di Tanah Air. Salah satunya dengan menyiapkan ketersediaan tempat tidur rumah sakit di seluruh Indonesia.

“Jumlah tempat tidur di Indonesia ada sekitar 400 ribu, 30 persennya 120 ribu kita dedikasikan ke Covid, sekarang yang terisi sekitar 2.400-2.500-an. Jadi masih ada room lebih dari 110 ribu,” ujarnya.

Menkes mengimbau semua pihak untuk tetap waspada menghadapi lonjakan kasus Omicron di seluruh dunia tersebut. Namun dia bersyukur karena angka kasus Omicron di Indonesia relatif lebih rendah jika dibandingkan populasi dan luas geografis negara Indonesia.

Baca :  Pasien Omicron Bertambah, Masyarakat Diminta Tidak ke Luar Negeri

“Ini berhubung karantina kita sudah cukup ketat, kita berhasil menahan masuknya Omicron ke dalam. Tapi dari 152, kita tahu 6 sudah merupakan transmisi lokal,” imbuhnya.

Menkes menambahkan, berdasar pengalaman saat menangani lonjakan kasus akibat varian Delta, pemerintah menyiapkan kebutuhan oksigen medis. Dalam situasi normal kebutuhan oksigen mencapai 700 ton per hari dan saat terjadi lonjakan kasus Covid-19 sebelumnya naik menjadi 2.200 ton per hari.

“Kita sesudah puncak Juli kemarin sudah mendatangkan 16 ribu oksigen konsentrator yang kita kirim ke seluruh rumah sakit di seluruh Indonesia terutama yang akses oksigennya susah. Ini setara dengan 800 ton per hari,” ungkap Menkes.

Baca :  Pemerintah Perbaiki Fasilitas Kesehatan untuk Hadapi Lonjakan Omicron

Pihaknya juga sudah menerima dan sedang memasang, 70 persen sudah selesai, 31 oksigen generator. Oksigen yang besar ini bisa menyuplai satu rumah sakit dan juga bisa untuk mengisi tabung.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan kebutuhan obat-obatan antara lain obat molnupiravir. Menurut Menkes, obat tersebut telah terbukti bisa mengurangi laju masuknya pasien ke rumah sakit bagi mereka yang terkena Covid-19 dengan saturasi oksigen di atas 94 persen.

 

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi
Sumber: BPMI Setpres

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *