YKKI dan IRJ Garap Proyek Indonesia Terang

oleh -742 views
YLLI, IRC, Proyek, Indonesia Terang
YKKI bersama PT. IRJ melaksanakan Rapat terkait Program Penerangan Jalan Umum - Tata Surya (PJU-TS), di Whiz Prime Hotel Padjajaran, Kota Bogor, pada Senin (14/12/2020).

LEAD.co.id | Yayasan Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) bersama PT. Imza Rizky Jaya (IRJ) melaksanakan Rapat Pemantapan dan Penataran Teknis Pekerjaan Pemasangan Lampu PJU-TS. Proyek yang dinamai “Indonesia Terang” ini merupakan program Nawacita yang diperuntukan secara gratis bagi masyarakat.

“Kita memang sedang menggarap Indonesia Terang yang merupakan program Nawacita yang berarti pro rakyat, kenapa disebut Nawacita, ya karena ini murni gratis untuk kepentingan serta peruntukan bagi masyarakat dengan memberikan penerangan jalan umum menggunakan tata surya,” ungkap Oscar Dany Susanto dari YKKI.

Rapat terkait Program Penerangan Jalan Umum – Tata Surya (PJU-TS) ini diikuti oleh puluhan anggota Asosiasi Kontraktor dan Konsultan Komunitas Kritis Indonesia Pancasilais (AK4IP), bertempat di Whiz Prime Hotel Padjajaran, Kota Bogor, pada Senin (14/12/2020). Tujuan Rapat pemantapan ini untuk merubah semua sistem yang sering terjadi di internal kontraktor dalam pekerjaan apapun.

Baca :  Proyek Belum Keluar, Kadin Tuding DPRD Biang Keladinya

Menurut Oscar, keberadaan Komunitas Kritis sendiri sebagai langkah mengkikis kebudayaan atau prilaku yang salah disetiap internal kontraktor ketika menerima proyek apapun baik di pemerintahan maupun swasta. Dia mengklaim sejumlah 13 kontraktor yang tergabung AK4IP ini otomatis harus menjadi Pancasilais dalam artian harus memegang teguh serta memahami arti dari Pancasila itu sendiri.

“Keberadaan kami pada dasar ingin merubah ‘mind-set’ serta menjadikan kebangkitan revolusi mental untuk para pelaku kontraktor,” sebut Oscar.

Proyek PJU-TS, kata Oscar, akan segera running pada Januari 2021 dengan alokasi 45.000 titik seperti di NTT, Kaltim, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Program tersebut menggunakan dana hibah luar negeri dengan proses pembayaran melalui Surat Kredit Bergaransi Dalam Negeri (SKBDN) yang Undang-Undangnya baru disahkan pada bulan Juni 2020.

Baca :  Temui Tommy Soeharto, IRJ Bangun Penerangan di Bogor - Cianjur

Mahlil, General Manager PT Defa Dirgantara Jaya sebagai anak Perusahaan PT IMZA Rizky Jaya ini menyampaikan bahwa, keberadaan dari PT Defa untuk mengcover ketersediaan dari alat-alat yang dibutuhkan, dimana pengadaan sebelumnya dipegang oleh subcon yang bermitra dengan PT. IMZA.

Dirinya mengaku optimis dengan produk yang dibuat oleh perusahaannya, yaitu dengan jumlah batre yang lebih banyak, domainnya lebih besar serta termasuk ada beberapa item yang telah diubah. Dia berharap program PJU-TS akan berjalan sesuai agenda, dengan target 70.000 ribu lampu akan terpasang di beberapa.

Untuk pemesanan ke PT. Defa Dirgantara Jaya saat ini kurang lebih 30.000 ribu unit yang sudah didistribusikan ke beberapa wilayah di Indonesia, seperti Nias, Kaltim, Sumut dan Palembang.

Baca :  Mahasiswa Ungkap Proyek Bermasalah di Dinas PUPR Bogor

“Semoga seluruh rekan mitra-mitra dengan PT.IMZA bisa melaksanakan program ini sebaik-baiknya, dan bisa menunjukkan kinerja yang baik guna mensukseskan program Indonesia Terang melalui pengadaan PJU-TS ini,” tandas Mahlil.

Sementara itu, Presiden Direktur PT. IRJ, Dr (Cn) Hj. Rizayati SH, MM, mengatakan, giat ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman dan penataran terkait teknis pekerjaan pemasangan lampu PJU-TS program Indonesia Terang dengan para Subcon.

“Saya berharap disaat pekerjaan dimulai mereka tidak lagi terkendala terkait hal-hal yang bersifat teknis di lapangan dan selesai tepat waktu,” Tutup Hj Rizayati selaku Penggagas Program Indonesia Terang ini.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *