JAKARTA (LEAD.co.id) – Indonesian Of Social Political Institute (ISPI) mengapresiasi langkah tegas Bareskrim Polri yang telah menetapkan Ferdinand Hutahaean sebagai tersangka, pada Senin malam (10/1). Saat ini, Ferdinan Hutahaean ditahan di Bareskrim hingga 20 hari ke depan.
“Bagi kami, Bareskrim Polri sudah profesional. Semua tahapan penyidikannya juga sangat transparan, bahkan ada belasan saksi yang dihadirkan oleh Bareskrim Polri,” kata Wakil Direktur Kajian Strategis ISPI, Muhammad Sidik, pada Selasa (11/1/2022).
Menurut Sidik, profesionalisme Bareskrim Polri dalam menangani perkara cuitan Ferdinan Hutahaean, dinilai sangat mempunyai implikasi positif terhadap masyarakat kepada institusi Polri.
Dimana, institusi Polri dibawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo, benar-benar Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan (Presisi) dalam pelayanan.
“Profesionalisme Bareskrim Polri dalam hal ini, tentunya sangat mempunyai implikasi positif untuk masyarakat, bahwa mau bagaimana pun, institusi Polri saat ini sangat profesional,” kata Sidik.
Sebelumnya, Karo Pemnas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa, status Ferdinan Hutahaean saat ini sudah menjadi tersangka dan ditahan oleh Bareskrim hingga 20 hari kedepan, untuk kepentingan penyidikan
“Penahanan penyidik 20 hari, di rutan cabang Jakarta Pusat di Mabes Polri. Hasil pemeriksaan dokter dari Pusdokkes, layak untuk dilakukan penahanan,” katanya.
Selain itu, Sidik juga mengajak kepada semua pihak penggiat sosial media, agar berhati-hati dan santun dalam menggunakan media sosial. Sebab, kata Dia, di Indonesia tidak ada yang kebal hukum.
“Kami juga menghimbau kepada seluruh penggiat media sosial, untuk berhati-hati dalam ber Medsos. Kita harus bijak dan santun dalam menggunakan Medsos,” terang Sidik.
Terpisah, Presidium Jaringan Pemuda dan Mahasiswa Indonesia (JPMI) Bidang Advokasi dan Hukum, Rizki Irwansyah menilai bahwa, keputusan Bareskrim menetapkan tersangka dan menahan Ferdinan Hutahaean soal cuitan “Allahmu ternyata lemah” dinilai sudah tepat dan profesional.
“Itu sudah tepat kami kira. Karena bagaimana pun, akibat dari cuitan Ferdinan Hutahaean ini, banyak orang yang marah. Kesatuan dan persatuan di Republik ini, hampir pecah.” kata Rizki.
“Bagi kami, Bareskrim Polri dalam menetapkan status tersangka maupun menahan Ferdinan, itu sudah profesional, ada banyak saksi yang dihadirkan Bareskrim. Oleh karena itu, JPMI tentunya sangat mendukung penuh langkah tegas Polri ini.” terang Rizki.
Reporter: Jhonie
Editor: Aru Prayogi





