LEAD.co.id | ‘Saba Dulur, Sabar Batur Dan Saba Lembur’, adalah jargon yang disampaikan oleh salah satu calon kepala desa Pasarean, Nu’manul Hakim.
Calon Kepala Desa yang biasa dipanggil Kang Nu’man ini mengatakan bahwa, Saba Dulur, Saba Batur dan Saba Lembur bukan hanya sebatas jargon, dan wacana, tapi menjadi salah satu program pembangunan desa Pasarean untuk 5 tahun ke depan.
Menurut dia, Saba Dulur, Saba Batur dan Saba Lembur itu kalimat yang sederhana tapi memiliki nakna yang cukup dalam. Saba Dulur, Saba Batur memiliki arti mempererat tali silaturahmi dan rasa persaudaraan.
“Saya ingin masyarakat desa Pasarean mempunya rasa memiliki dan kecintaan terhadap desanya. Kuncinya yaitu kebersamaan. Insya Allah… Pasarean bisa maju,” kata kang Nu’man saat ditemui awak media, pada Selasa (1/12/2020).
Dikatakan dia, Sabar Lembur adalah Program dan agenda bulanan untuk bertemu dan bertatap muka langsung dengan masyarakat. Karena dengan itulah, sebagai pemimpin bisa mendengar dan melihat langsung baik itu keluhan, masalah, serta aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat.
“Dengan saba lembur, kita bisa melihat mana progam yang harus masuk dalam skala prioritas dan mana yang tidak,” terangnya.
Alumni UIN Jakarta ini Juga mengajak warga Desa Pasarean Uluntuk menggunakan Hak pilihnya pada tanggal 20 Desember nanti. Karena suara mereka adalah salah satu bagian dari proses pembangunan Desa. Selain itu, dia juga menyerukan kepada seluruh Tim pemenangannya untuk tetap menjaga Kondusifitas di desa Pasarean.
“Berbeda pilihan Itu Hal yang biasa, Dan saya yakin Pasarean bisa kondusif,” tambahnya.
Sementara Itu, Cecep Ismaya selaku Ketua Tim pemenangan menegaskan bahwa, sampai saat ini seluruh Tim pemenangan terus bekerja, melakukan konsolidasi untuk kemenangan Kang Nu’man.
“Insya Allah, Desa Pasarean Bisa maju, Lebih baik Di Pimpin Oleh Tokoh muda Seperti Kang Nu’man,” kata Cecep.
Menyinggung Pesta Demokrasi di desa Pasarean, Fernando Abdillah, salah
Satu tokoh Pemuda yang juga aktivis mahasiswa di Pamijahan meminta Kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Kepala BPKAD Ade jaya agar menunda proses pencairan dana Bonus Produksi khusus untuk desa Pasarean.
Saat ini, ada 2 Desa di Kecamatan Pamijahan yang sedang melakukan Pilkades, yaitu Desa Pasarean dan Gunung Menyan. Untuk Desa Pasarean, dirinya meminta agar Dana Bonus Produksi tidak dicairkan. Hal itu karena, dihawatirkan program pembangunan dari Dana Bonus Produksi tersebut digunakan sebagai Kampanye oleh salah satu Calon.
“Dan Pemda harus netral dalam hal ini, tapi untuk Desa yang lain gak ada masalah”, tegas Nando.





