Membaca Ulang Eksistensialisme

oleh -239 views
Ketua PBNU, PBNU, HMI, Mahmudi
Mahmudi, Instruktur Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bangkalan

Oleh: Mahmudi

Sudah bukan sebuah hal yang semu lagi, akrab didengar dan sering menjadi bahan diskusi, Aliran Eksistensialisme yang pada dasarnya merupakan gerakan filosofis yang menganut paham bahwa tiap orang harus menciptakan makna di alam semesta yang tak jelas, kacau, dan tampak hampa ini.

Eksistensialisme berasal dari kata “eksistensi” dengan akar kata eks “keluar” dan sistensi “berdiri”, menempatkan (diturunkan dari kata kerja sisto). Oleh karena itu, kata “eksistensi” dapat diartikan sebagai seorang manusia yang berdiri sebagai diri sendiri.

Problem mendasar yang menjadi pijakan dari filsafat eksistensialisme adalah anggapan bahwa hanya manusialah yang bereksistensi. Eksistensi merupakan cara khas manusia mengada. Perhatian utama diarahkan pada manusia dan oleh karena itu, filsafat ini bersifat humanistis, bereksistensi harus diartikan secara dinamis.

Pengertian bereksistensi berarti bahwa manusia menciptakan dirinya secara aktif, berbuat, menjadi dan merencanakan, manusia ditinjau sebagai “sesuatu” yang terbuka dan manusia adalah realitas yang belum selesai, yang masih harus dibentuk, dan filsafat ini memberi tekanan pada pengalaman yang konkret yang berbeda-beda.

Baca :  Muslim dan Ikhtiar yang Salah

Martin Heidegger misalnya, salah satu tokoh eksistensialisme yang memberi tekanan pada kematian, yang menyuramkan segala sesuatu. Dikatakan oleh Heidgger bahwa di dalam kesibukan dan kecintaan untuk memelihara manusia merasa cemas akan ketiadaan karena ketiadaan ini mengancam ada. Kematian ini adalah akhir yang selalu hadir, maka eksistensi manusia adalah eksistensi yang menuju ke kematian, atau Karl Jaspers yang lebih fokus mengartikulasikan pengalaman dan pertentangan dalam eksistensi yang sulit didamaikan.

Eksistensi masih mengandung di dalamnya hal-hal yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah. Sifat-sifat hakiki eksistensi ini lebih-lebih dialami dalam situasi perbatasan yang tidak dapat dihindari yaitu kematian, penderitaan, perjuangan dan kesalahan.

Baca :  Filsafat Buat Semua

Ketika melihat sejarah beberapa abad lalu, dapat dilihat bahwa gerakan pemikiran eksistensialisme ini dipandang sebagai reaksi balik terhadap kecenderungan idealisme dan kecenderungan sistem dan penghancuran manusia yang mewarnai Eropa awal abad XX.

Pasalnya, sejak perang dunia, telah ada bukti dari kegelisahan yang mendalam di dunia barat. Beberapa komentar tentang tren tertentu dalam masyarakat massa yang mengurangi dan merendahkan individu. Meskipun inkoherensi dan konflik telah menghantui manusia sepanjang sejarahnya, kebangkitan masyarakat teknologi telah memperburuk rasa kebingungan.

Sikap krisis telah diinduksi sebagian dalam upaya manusia untuk menghadapi konsekuensi dari produksi massal dan konsumsi massa terhadap revolusi industri dan teknologi. Ketika fungsi individu menjadi usang, mereka dapat dibuang dan digantikan oleh standar individu lain yang telah dilatih untuk melakukan fungsi yang sama. Hasil akhir dari munculnya teknologi industri dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) meminimalkan signifikansi individu sebagai pribadi.

Baca :  PUPR Bangkalan Berupaya Benahi Masalah dengan Masalah

Kehidupan masyarakat telah dikembangkan menjadi pelestarian pribadi dari kehidupan manusia, di mana sebagai pribadi mampu menciptakan gaya hidup yang unik. Sebagai kekuatan impersonal kerja industrialisasi dan standarisasi mengisolasi elemen yang unik dalam kehidupan manusia dan melepaskan mereka dari alam kegiatan yang berarti.

Keunikan ini kemudian dicap sebagai eksentrisitas bukan sebagai sarana untuk mencapai definisi diri. Sukses diukur secara kuantitatif dalam hal kekuasaan atau kepemilikan. Sehingga tidak heran ketika kita diperlihatkan dengan orang-orang yang hanya sibuk mencari pengakuan dari orang lainnya, hingga tidak sedikit yang menumpuk kekuasaan yang akhirnya dilalaikan.

 

Penulis adalah Mahasiswa STIU Darussalam Bangkalan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *