Renungan Akhir Pekan: ICMI seimbang Reflektif dan Praxis

oleh -1,173 views
Apendi Arsyad, ICMI, Saran

Oleh: Apendi Arsyad

Dalam beberapa postingan yang menarik, ada seorang ibu yang terjun ke perdesaan miskin dan terbelakang. Kemudian desa yang tertinggal tersebut kini telah berubah, berkembang maju dengan aktivitas pertanian dan suply energi listrik dari pembangkit listrik hidro-micro yang sumberdaya ada di desa itu.

Lantas ada pembaca nyeletuk dan setengah menyindir, dengan ungkapan bahasa .. “dapatkah ICMI berbuat kongrit seperti itu?”. Izinkan saya bernarasi untuk merespon pertanyaan yang menggelisahkan itu disini. Barang tentu saya akan merespon dalam perspektif konstitusi dan Khittah serta Wawasan Pengabdian ICMI.

Baca :  Nasib Turap Tebing Longsor DAS Kuantan Cerenti-Kuansing Riau

ICMI saat ini, seharusnya
gerakan praxis, kerja-kerja nyata sudah waktunya dilakukan. Selain kita terus berpikir, bernalar mencari solusi dan bernarasi, atau yang disebut istilah Reflektif.

Jika kita hanya reflektif doang tanpa praksis, kerja nyata yang membawa faedah. Maka itu namanya NATO, singkatan dari ungkapan “No action talk only” ..kasihan Indonesia, rakyat dan ummat, banyak kaum ilmuwannya, sudah sekolah tinggi-tinggi, lulusan atau jebolan Universitas terkenal dalam dan luar negeri, tapi sayang mereka belum menjadi Cendekiawan muslim yang sesungguhnya, yang bisa membawa manfaat sosial bagi rakyat dan bangsanya.

Baca :  ICMI Bedah Buku Riset Ekonomi Politik Korupsi

Mereka masih sibuk dengan urusan dan kepentingannya diri sendiri, nggak selesai-selesai. Walau terkadang umurnya sudah tergolong Lansia, usia lanjut. Tapi semangat mengejar, merebut dan bahkan merampok harta, tahta dan wanita (sex) masih jalan terus. Gemar berperilaku STMJ, masih giat yakni rajin sholat terus akan tetapi perbuatan maksiat jalan terus, STMJ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *