Senibudaya Tradisional Anak Tiri di Negeri ini?

0
Apendi Arsyad, Budaya, Islam, Melayu
Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Oleh:  Dr. Ir. H. Apendi Arsyad, MSi

Benar itu Dunsanak.. bang Upin seperti ungkapan bahasa judul diatas. Kita miris juga melihat pola tingkah para elite politik dan permerintahan di negeri kita ini. Ya tugas kita jangan bosan2 mengingatkan mereka itu agar terus berbuat terbaik buat kemajuan anak negeri dan bangsa.

Tipisnya (sangat sedikitmys) anggaran APBD dan APBN itu salah satu bukti lemahnya dukungan kebijakan publik pada program budaya kreatif tsb di negeri kita yg kini kita hadapi. Rendahnya dukungan anggaran dari “Pemerintah” sekaligus juga sbg pertanda lemahnya komitmen dan kemauan politik kebudayaan kita. Hal itu terjadi
akibat rendah mutu SDM birokrasi dan para elite politik lokal di daerah Riau yg kurang mengerti bahkan tidak paham makna dan nilai strategis dari budaya Melayu Islam Nusantara yg telah membangun peradaban bangsa Indonesia yg melahirkan dan memperkuat NKRI di masa lalu dan masa kini (zaman now, era milenial) dan masa depan. Mereka harus selalu
ingat bahwa kontribusi budaya Melayu Islan terbesar di Republik, salah satu diantaranya yg bernilai fundamental adalah bahasa Indonesia induknya dari bahasa Melayu Riau karena sifat “lingua-prapamcanya”.

Agar dingatkan lagi kawan2 IKKS mengenai sejarah negara ini bahwa kontribusi lainnya yang diberikan masyarakat Riau adalah SDA Riau yang kaya melimpah berupa hutan tropik, minyak yg tersimpan dibawah bumi (BBM) dengan kandungan terbesar, dan minyak diatas bumi (kebun sawit yang begitu luas yg lahannya tanah ulayat dirampas oleh kaum oligarki) itu semua kontribusi Riau terbesar utk mengamankan APBN.

Baca lagi tulisan saya tentang nasib “Budaya Melayu Islam Nusantara yang termarginalkan” dgn cermat dan seksama, ternyata Raja Kesultanan Riau Sultan Syarif Kasim pernah juga menyumbang dana dan harta emas yang cukup besar untuk membiayai mempertahankan Kemerdekaan RI yg diterima langsung oleh Presiden RI pertama/Sang Proklamator Soekarno saat itu.

Baca :  Sanggar Bogor Batavia Kembali Suguhkan Penampilan Terbaik

Saya harapkan para pemimpin dan para elite politik daerah Riau harus dan wajib sadar sejarah, jangan lupakan sejarah Riau untuk NKRI yang begitu agung itu. Harapan kita dengan kesadaran sejarah dan pentingnya usaha2 pengembangan budaya Melayu Islam Riau dalam rangka mempertahankan marwah dan azzam masyarakat Melayu Riau. Melalui pengembangan dan promosi budaya tradisional Melayu baik indistri musik, lagu, tari2an, sandiwara, sinetron, film, festival budaya etc yg berbau budaya Melayu tentunya akan mengangkat harkat dan martabat orang2 awak di kampuang halaman. Dengan majunya industri budaya Melayu, Riau menjadi populer dan dikenal publik dalam dan luar negeri, industri wisata pun akan berkembang dan diikuti sektor2 kehidupan lainnya seperti usaha industri kreatif ukm, industri travel, perhotelan-penginapan dan transformasi dll juga akan terdongkrak dan terungkit berkembang maju.

Kita harus percaya diri untuk mengambil peran strategis dalam pengembangan budaya kreatif tsb, barang tentu kita lakukan dengan pendekatan mengikuti perkembangan zaman, dan salah satu caranya pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (digital era) yg canggih dan modern saat ini. Berbagai modul dan model event2 budaya misalnya kegiatan festival- musik budaya Melayu Islam Riau didesain oleh para seniman Riau yg sdh profesional dan berpengalaman, yang ada di rantau diajak baliak ka kampuang seperti orang Baserah abang Martison, Epin ini dll.

Dukungan kuat dari Pemerintah Daerah Riau ssngat dibutuhkan untuk kemajuan daerah bernasis budaya Melayu Islam..tidak setengah-2 apalagi seadanya..tragis lagi jika Pemprov dan Pemda2 apatis (masa bodoh) itu sangat berbahaya fan suatu saat anakcucu kita tidak lagi paham dan bangga dengan tradisi budaya leluhurnya Budaya Melayu Islam Nusantara yg pernah berjaya di negeri ini. Harapan kita semoga budaya leluhur kita ini tidak sampai lekang dimakan zaman; dan hilang ditelan bumi, begitu salah satu bait syair lagu dari artis Riau yg terkenal kakak Iyeth Bustami. Saya juga amat menyayangkan bahwa prestasi kakak kita Iyeth Bustami yg sudah menasional popularitasnya juga kurang mendapat appresiasi, dukungan dan promosi dari Pemprov Riau. Buktinya jika saya pulang ke kampuang Cerenti Kuansing, mampir di kota Pekanbaru untuk mendapatkan kaset2 dan atau CD musik Melayu Iyeth Bustami dll sukar didapat, artinya tidak dijual di toko, mal maupun.pasar2, seharusnya Pemprov Riau sdh membangun pusat perbelanjaan (spt Mal, etc ) yg ada pojok sentra Musik Melayu Riau, dan juga sdh membangun mesium budaya Melayu Riau yang berisikan karya2 musik dan sastra dari putra-putri Melayu Riau yg sdh berpretasi dan berreputasi nasional dan global. Mudah2an gagasan berupa saran2 ini bisa disimak dan dicatat oleh para pihak berwenang dan berkuasa (Pemprov dan Pemda2 dan DPRD) di Riau saat ini..Amin3 YRA.

Baca :  Diah Pitaloka : Dengan Budaya Bisa Saling Merangkul, Memajukan dan Mensupport

Sekedar informasi, saya sekeluarga pada tahun 2018 pernah berkesempatan toer wisata ke Kota Seoul Korea Selatan. Salah satu objek wisata yang kami kunjungi dan tinjau adalah destinasi sentra2 industri musik generasi millenial Korea yg kini mengglobal dan juga sangat digandrungi anak muda Indonesia, termasuk untuk ketiga putri anak2 saya. Mereka begitu menikmati narasi perjalanan budaya musik dan fhoto2 artis muda-millenial terkenal Korea yg dibungkus apik di pusat2 perbelanjaan/ mal2 dengan dukungan teknologi canggih.

Simpulannya, saya sangat takjub melihat pesatnya kemajuan industri seni musik budaya Korea. Begitu majunya industri budaya kreatif musik mereka, yang telah mendunia tsb, patut ditiru oleh Pemerintahan kita.

Baca :  Renungan Bagi Para Koruptor dan Ingat Amanah Rakyatmu

Ternyata di sejumlah pusat2 perbelanjaan (mal2) pun terdapat mesium Musik Generasi Milleneal Korea, juga bagian tengah ruang mal besar dan sentrum kawasan perbelanjaan terdapat juga Perpustakaan yg cukup besar sebagai sarana literasi rakyatnya, dengan jutaan koleksi buku yg berbahasa Korea. Para pengunjung mesium dan perpustakaan begitu ramai, saya takjub melihat kemampuan para pemimpinan yg mampu mengintegrasikan kebutuhan rakyatnya (sambil belanja bisa belajar dan bisa hiburan dll) di ruang publik, yang jarang saya lihat bahkan nihil di negeri kita sendiri spt ibu kota Jakarta apalagi kota besar lainnya di daerah2

Cerita diatas bukti dukungan Pemprov dan Pemda begitu kuat dan solit. Kita bisa menarik pelajaran, apa dan bagaimana yg bisa dipetik dari negeri orang yg sudah sangat maju dan modern tsb. Sekali lagi saya katakan kemajuan industri budaya suatu negeri, itu berkat adanya komitmen dan visi serta misi yg kuat dari para pemimpinnya untuk mendampingi rakyatnya bisa berkarya produktif dan inovatif untuk kebanggaan dan kejayaan bangsa dan negerinya.

Mudah2an Pemerintah RI khusus Pemprov Riau dan Pemda2 se Provinsi Riau bisa belajar banyak dan mencontoh apa2 yang telah diraih oleh negara2 maju industri kreatifnya tsb.

Sekian dan terima kasih.
Wabillahit taufiq walhidayah Wr Wb

 

Penulis adalah Pendiri-Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan dan Aktivis di beberapa Ormas di Bogor

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here