Terima Kunjungan BKPRMI, Kapolri Ajak Lawan Radikalisme dan Intoleransi

oleh -171 views
BKPRMI, Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, Radikalisme, Intoleransi
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo saat menerima kunjungan pengurus BKPRMI, pada Senin 22 Maret 2021 [File: Div Humas Polri]

LEAD.co.id | Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menerima kunjungan pimpinan Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) di Mabes Polri, Jakarta, pada Senin (22/3/2021). Dalam pertemuan ini, Kapolri mengajak para pemuda masjid untuk melawan radikalisme dan intoleransi.

Bagi Kapolri, pendekatan dan diskusi dengan organisasi masyarakat (ormas) keagamaan sangat penting dilakukan guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Karenanya, dia menyambut baik moderasi keagamaan oleh tokoh-tokoh agama untuk melawan praktik radikalisme dan intoleransi.

“Kami juga siap bekerjasama dengan pemuda masjid untuk membangun bangsa,” kata Jenderal Sigit dalam keterangan pers seperti dikutip Div Humas Polri.

Baca :  LSPI Apresiasi Program ETLE Presisi Tahap II

Peran ormas yang peduli bangsa saat ini, menurut Sigit, sudah semakin bagus. Karena itu, dia berharap, basis pemuda masjid sampai tingkat desa harus saling menguatkan.

Selain itu, dia juga meminta tokoh agama mensosialisasikan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan) dan ketahanan pangan melalui program Kampung Tangguh. Sosialisasi 3M ini untuk mencegah penyebaran Covid-9.

“Prinsipnya Polri siap bekerjasama dan mendukung program-program dalam memerangi hal-hal yang menyerang negara,” ungkap Kapolri menegaskan.

Lebih dari itu, mantan Kapolda Banten ini juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh agama untuk bersatu membangun bangsa setelah adanya polarisasi di Pilpres dan Pilkada tahun lalu.

Baca :  Tolak Minta Maaf, Desta Kecam Abdul Somad

Dalam pertemuan ini, Ketua BKPRMI Said Aldi menyatakan siap bekerjasama dengan Polisi di daerah dalam membina ustadz, ustadzah serta para dai dalam menjaga kamtibmas dan menutup kemungkinan adanya radikal masuk ke pemuda Masjid.

“Badan Pemuda Masjid dalam membina ustaz, ustazah dan dai kamtibmas sekalian untuk menutup kemungkinan adanya radikal yang akan masuk ke pemuda Masjid,” katanya.

Ketua Penasehat BKPRMI Idrus Marham mengatakan, basis BKPRMI adalah masjid, maka jika ada masalah di Masjid dapat dikoordinasikan dengan pemuda Masjid.

“Kalau ada bencana maka pemuda masjid ikut mengambil bagian dan bagaimana polanya kerjasama pembinaan masyarakat sesuai dengan ciri karakter masing – masing daerah,” ujarnya.

Baca :  Radikalisme Tidak Terkait Agama Tertentu

Reporter: M Ikhsan
Editor: Aru Prayogi
Sumber: Div Humas Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *