Warga Prancis Dilarikan ke RSUD Ampana Sulteng, Terpapar Corona?

127
0
WNA Prancis, Diduga Corona, RSUD Ampana, Sulawesi Tengah
WNA asal Prancis, Cristina (71) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ampana, Sulawesi Tengah, Jumat (28/2/2020).

LEAD.co.id | Seorang warga negara asing (WNA) asal Prancis, Cristina (71) harus dilarikan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ampana, karena diduga terinfeksi virus corona.

WNA lanjut usia itu dirawat intensif setelah beberapa saat tiba di lokasi wisata Kepulauan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una, Provinsi Sulawesi Tengah, Jumat sore (28/2/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dr Reny A Lamadjido membenarkan informasi tersebut. Tenaga kesehatan harus mengambil tindakan antisipasi pencegahan virus corona, karena suhu badan Cristina mencapai 37, 7 derajat.

Belum lagi, WNA tersebut dikabarkan sempat tinggal cukup lama di Negara Malaysia sebelum ke Kepulauan Togean, Kabupaten Touna. Dia tidak ada batuk atau flu dan sesak nafas, hanya alami diare dengan panas badan 37,7 derajat.

Saat ini kata Reny, tim medis sedang melakukan pendalaman terkait gejala penyakit yang diderita WNA tersebut. Mudah-mudahan bukan corona, karena dia diare, karena salah makan. Sebab, kata dia, untuk antisipasi gejala virus corona haruslah suhu badan mencapai 38 derajat ke atas.

Baca :  Cekal Corona, DD Jatim Sterilisasi Masjid di Surabaya

Saat di konfirmasi kepada petugas RSUD, mereka belum mau meberikan keterangan. Pihaknya belum memastikan apakah itu corona atau bukan, karena pasien saat ini masih dilakukan observasi.

“Kami belum mau memberikan keterangan. Jadi dia suspek Corona, dicurigai corona,” kata petugas RSUD yang menolak menyebut nama.

RSUD Ampana Membantah

“Panas baru hari ini, diare, klinis, hasil lab dan rontgen tidak menunjukkan suspect COVID 19,” kata dokter.

Meski demikian, dokter penyakit dalam RSUD Ampana meminta tetap dilakukan observasi selama 14 hari di RSUD Luwuk.

Baca :  Oknum di Tanah Sareal Tarik Iuran Penyemprotan Disinfektan

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Umum Ampana, dr Niko membantah adanya isu yang menyebut WNA asal Prancis itu terpapar virus corona. Dia mengaku menjemput pasien tersebut dari Togean karena dihubungi oleh pemilik cottage.

“Saya yang menjemput WNA itu setelah dihubungi oleh pemilik cottage bahwa ada WNA yang menderita demam dan diare. Saya lalu menjemput dan membawanya ke RSUD Ampana,” ungkap dr Niko.

Setelah diperiksa di RSUD Ampana, kata Niko, tidak ada gejala virus Corona pada pasien tersebut. Pasien itu hanya diare dan dehidrasi yang menyebabkan demam.

“Jadi tidak benar pasien itu terpapar corona,” kata dokter.

Pasien itu memiliki riwayat berpergian dari Thailand 6 januari hingga 3 februari 2020, Malaysia 4 februari sampai dengan 11 februari 2020. Dia masuk Indonesia melalui Jakarta pada tanggal 12 februari ke Makassar. Pernah dirawat di Makassar karena sakit perut. Dia jalan darat mampir di toraja, poso lalu touna.

Baca :  Banyak Permintaan, Tim Cekal DMC DD Terus Semprot Fasilitas Umum

Jadi tidak ada riwayat bepergian ke China atau wilayah yang terpapar covid. Hasil lab dan rontgen tidak menunjukkan suspect COVID 19. Tapi kami tetap akan melakukan observasi selama 14 hari di RSUD Luwuk.

Atas hal ini, dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan termakan isu adanya virus corona di Sulawesi Tengah.

Saat berita ini diterbitkan, Pasien berinisial C (71) itu telah diberangkatkan dari RSUD Ampana, Kabupaten Tojo Unauna sekitar pukul 23.15 wita. Rencanannya tiba di Luwuk, Kabupaten Banggai, pada hari Sabtu (29/2/2020), pukul 03.30 Wita.

 

Kontributor : Rafiq
Editor : Fardiansyah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here