PSI Apresiasi Sikap Dedie Rachim Terkait Kasus Dana BOS

0
Kejari Kota Bogor, Dana BOS
Kejari Kota Bogor menetapkan 6 tersangka terkait kasus dugaan penyalahgunaan Dana BOS tahun 2017-2018

LEAD.co.id | Ketua PSI Kota Bogor mengapresiasi sikap Kejaksaan Negeri Kejari (Kejari) dan Wakil Wali Kota Bogor terkait kasus dugan penyalahgunaan Dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Kejari menyatakan tetap menahan para tersangka, sedangkan Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum.

Dalam keterangannya kepada awak media, Kejari Kota Bogor menyatakan tidak mengabulkan permohonan Wali Kota, Bima Arya tentang penangguhan penahanan para tersangka kasus dugaan penyalahgunaan dana BOS. Dalam hal ini, Kejaksaan menggunakan Pasal 21 KUHAP, yaitu tetap melakukan penahanan.

“Kami melakukan penahanan karena takut tersangka melarikan diri, takut menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Bogor, Cakra Yudha seperti dikutip Bogor Update, Selasa (4/8/2020).

Baca :  Gandeng NU Ciseeng, PSI Bogor Gelar Bakti Sosial untuk Cegah Covid-19

Sikap Kejari tersebut diapresiasi oleh Ketua PSI Kota Bogor, Sugeng Teguh Santoso. Menurutnya, penolakan kejaksaan atas permohonan penangguhan penahanan oleh Wali Kota pada para tersangka menegaskan independensi Kajari Kota Bogor dalam kasus korupsi dana Bos.

Sugeng mengatakan, para tersangka tetap ditahan bermakna penyidik masih membutuhkan keterangan keterangan dari tersangka dan pendalaman alat bukti, dalam hal ini ada potensi terdapat pihak lain, kemungkinan atasan tersangka. Karenanya, dia meminta dibuka penyidikan baru untuk tersangka lain jika terdapat cukup bukti.

“Bila terdapat cukup bukti menerima aliran dana BOS, maka dapat dibuka penyidikan baru untuk tersangka lain,” terang politisi yang akrab disapa STS ini.

Baca :  Kunjungi Kampung Siaga Covid-19, Dedie Rachim Apresiasi Program KPN

Sementara terkait pendampingan para tersangka, Dedie A. Rachim mengatakan bahwa Bagian Hukum Pemkot Bogor tidak akan menjadi pengacara, akan tetapi memberikan pendapat teknis yang diperlukan oleh saksi dan tersangka. Dia juga memastikan kelima ASN yang terjerat kasus korupsi dana BOS akan diberhentikan secara tidak hormat setelah ada ketetapan hukum.

“Bukan (bantuan hukum). Karena ini kasus Tipikor. Pemkot akan menyerahkan sepenuhnya kepada kejaksaan, dan kami menghormati prosesnya,” terang Dedie seperti dikutip Bogor Update.

Merespon pernyataan tersebut, STS mengatakan terdapat beda pandang antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota. Dia juga mengapresiasi sikap Wakil Wali Kota Bogor yang mempunyai ‘spirit anti korupsi’

Baca :  Usut Tuntas Insiden Ambruknya Dinding dan Plafon DPRD Kota Bogor

Menurut STS, Wali Kota jelas anti penegakan hukum korupsi, sementara Wakil Wali Kota dengan pernyataannnya yang implisit bahwa, para tersangka tidak perlu didampingi oleh bagian hukum pemkot dan akan diberhentikan bila terdapat putusan hukum tetap, menunjukkan sikap konsistensi anti korupsi.

“Spirit anti korupsi Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim perlu didukung. PSI mengapresiasi sikap Wakil Wali Kota Bogor,” pungkas STS.

Reporter: Sally Sumeke
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here