Buntut Kasus Bripka CS: Anggota Polisi Dilarang Main ke THM

0
Penembakan di Cafe, Bripka CS, Polda Metro Jaya, Fadil Imran, Minta Maaf
Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, keluarga korban dan TNI AD

LEAD.co.id | Propam Polri melarang setiap anggota kepolisian pergi ke tempat hiburan malam dan meminum minuman keras (miras). Aturan itu sebagai tindak-lanjut kasus penembakan yang menewaskan tiga orang, di Cafe Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono memastikan, akan menindak anggota polisi yang memasuki tempat hiburan dan melakukan beberapa kegiatan di tempat tersebut.

“Ada mekanisme pengawasan internal Polri, yaitu melalui Inspektorat dan Propam. Jika ada perilaku anggota yang melanggar ketentuan, Propam akan melakukan tindakan terhadap anggota yang melanggar,” kata Brigjen Rusdi dalam siaran pers, pada Jumat (26/2/2021).

Baca :  Tim Gabungan Gelar Razia THM di Kota dan Kabupaten Bogor

Aturan ini buntut dari kasus penembakan di sebuah Cafe oleh anggota Polsek Kalideres, Bripka CS yang menewaskan tiga orang, pada Kamis dini hari (25/2/2021). Bripka CS dalam pengaruh minuman keras saat melakukan aksi penembakan tersebit.

Kadiv Propam Polri menyatakan, Bripka CS akan diberhentikan tidak dengan hormat. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memerintahkan, agar Bripka CS dipecat secara tidak hormat dan proses pidana juga harus berjalan.

“Menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan melaksanakan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) dan proses pidana,” sebut Surat Telegram Kapolri.

Baca :  Aktivis Mahasiwa Laporkan Dugaan Penganiayaan di THM Kota Bogor

Kapolda Metro Jaya, Irjen Fadil Imran telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat, keluarga korban dan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) atas ulah Bripka CS ini.

“Sebagai Kapolda Metro Jaya, atasan dari tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, kepada keluarga korban dan kepada TNI AD,” ungkap Irjen Fadil saat konferensi pers.

Brigjen Rusdi meminta masyarakat untuk melapor jika melihat polisi yang masuk ke tempat hiburan malam. Dari laporan itu, Polri akan memeriksa langsung ke lapangan.

Baca :  Tim Hukum Cakra Dampingi Korban Pengeroyokan di THM Kota Bogor

“Mekanismenya, melalui adanya laporan dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti laporan tersebut. Dan mekanisme berikutnya anggota Propam turun ke lapangan memantau perilaku anggota di lapangan,” jelasnya.

Reporter: M. Ikhsan
Editor: Aru Prayogi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here